Riauterkini - SIAK - Kawanan gajah liar merusak rumah dinas Karyawan PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Peristiwa ini buntut dari seekor anak gajah yang ternyata terjebak di septic tank di perumahan tersebut.
Sebelumnya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau
mendapat laporan dari pihak PT Arara Abadi perihal adanya peristiwa tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Besar KSDA Riau menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tim medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas menuju lokasi.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono S.Hut., M.P mengungkapkan bahwa kronologis kejadian bermula sekitar Pukul 22.00 - 00.00 WIB ada kariawan perusahaan yang melihat 3-4 ekor gajah
berada di kawasan lindung perusahaan (greenbelt) yang jaraknya sekitar 10 meter dari mess
karyawaan.
Namun hal tersebut sudah biasa karena lokasi tersebut merupakan lintasan gajah dari kelompok petapahan/minas. Namun sekitar pukul 05.00 - 06.00 WIB, setelah waktu sahur ada sekitar 10 ekor gajah mengamuk dan meraung-raung sambil merusak 6 kamar mess karyawan. Hal tersebut menyebabkan para karyawan keluar menyelamatkan diri keluar mess.
"Setelah situasi mulai reda dan kelompok gajah liar masuk ke greenbelt terdengar teriakan anak gajah, dan setelah dicari ditemukan satu ekor anak gajah terperosok di dalam septic tank diperkirakan dalamnya 2 - 2,5 meter," jelasnya.
Lanjutnya, untuk mengeluarkan anak gajah yang terperosok didalam septic tank, tim melakukan upaya secara manual dengan menarik anak gajah keluar dari dalam septic tank, butuh waktu sekitar 45 menit untuk mengevakuasi anak Gajah tersebut.
Anak gajah dilaporkan dalam kondisi sehat. Tim penyelamat satwa langsung mengembalikan anak Gajah tersebut ke rombongan dan kini sudah bergabung kembali dengan kelompok tersebut, Anak gajah yang terperosok tersebut berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia lebih kurang 7 hari. Kemungkinan anak gajah lahir di greenbelt belakang mess karyawan.
"Jadi diduga penyebab gajah-gajah tersebut mengamuk dan
merusak mess dikarenakan raungan anaknya yang terperangkap dalam septic tank," tandasnya.
Lokasi kejadian berada di permukiman mess karyawan, yang berbatasan langsung dengan area
huntan lindung (greenbelt). Area ini juga menjadi tempat pergerakan rombongan gajah yang berasal
dari kelompok gajah petapahan yang memiliki jumlah individu 11-13 ekor dengan wilayah jelajah daerah petapahan (Tapung - Minas).
Berdasarkan analisis tim, diperkirakan dalam beberapa hari ke depan, rombongan gajah akan tetap
berada di kawasan hutan lindung atau greenbelt perusahaan. Hal ini disebabkan oleh kondisi anak
gajah yang masih sangat muda dan belum mampu berjalan jauh, sehingga kemungkinan besar
mereka akan tetap berada di area tersebut. tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan pada bangunan/mes dan 3 unit sepeda motor karyawan.
Terjadi interaksi negatif Gajah Sumatera diduga sang Induk meminta pertolongan untuk menyelamatkan anaknya yang terperosok kedalam septic tank. Adanya kejadian ini memberikan informasi adanya peningkatan populasi Gajah Sumatera di kantong petapahan.
Tim mitigasi akan terus melakukan pemantauan pergerakan rombongan gajah ini, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, tim juga
berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat, yakni Polres Siak dan Polsek Minas, untuk
merencanakan langkah-langkah lebih lanjut yang diperlukan dalam penanganan kejadian ini.
Supartono Menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang jika bertemu dengan kelompok
gajah liar dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan baik manusia maupun gajah.
Selanjutnya dapat melaporkan kepada BBKSDA atau pihak berwajib terdekat.***(Arl)