Riauterkini-PEKANBARU – Tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Riau (Unri) periode 2026–2030 mengalami penyesuaian jadwal. Rapat Senat yang semula dijadwalkan pada 17 Juni 2026 untuk menetapkan bakal calon rektor kemungkinan bergeser menjadi 18 Juni 2026 karena bertepatan dengan libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unri periode 2026–2030, Prof. Dr. H. M. Rasuli, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA, mengatakan perubahan jadwal tersebut tidak mengubah tahapan maupun mekanisme pemilihan yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Kalau tanggal 17 Juni bertepatan dengan libur 1 Muharram, maka rapat Senat untuk penetapan bakal calon rektor dilaksanakan pada 18 Juni," ujar Rasuli kepada http://riauterkini.com, Kamis (11/6/2026).
Menurut Rasuli, agenda rapat tersebut adalah penyampaian laporan panitia pemilihan Rektor periode 2026-2030 kepada Senat Universitas Riau terkait hasil pendaftaran dan verifikasi bakal calon rektor yang telah dilakukan. Saat ini terdapat delapan nama yang mengikuti proses penjaringan dan akan ditetapkan sebagai bakal calon rektor melalui rapat senat tersebut.
"Panitia akan melaporkan seluruh hasil penjaringan kepada senat. Selanjutnya senat akan menetapkan bakal calon rektor sesuai mekanisme yang berlaku," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa rapat pada 18 Juni nanti belum memasuki tahapan penyaringan untuk menentukan tiga calon rektor. Tahapan tersebut akan dilaksanakan pada agenda berikutnya sesuai jadwal Pilrek yang telah ditetapkan.
"Belum ada pengurangan menjadi tiga calon. Tahap 18 Juni adalah penetapan bakal calon rektor berdasarkan laporan panitia," tegasnya.
Menjelang rapat penetapan tersebut, Rasuli mengimbau seluruh bakal calon rektor agar tetap tenang dan menghormati proses yang sedang berlangsung. Ia memastikan seluruh tahapan dijalankan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.
"Kami berharap seluruh bakal calon tetap tenang dan mempercayakan proses ini kepada mekanisme yang telah diatur. Panitia bekerja secara profesional dan independen untuk memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik," katanya.
Selain itu, Rasuli juga mengharapkan seluruh anggota Senat Universitas Riau dapat menghadiri rapat penetapan bakal calon rektor pada 18 Juni mendatang. Menurutnya, kehadiran anggota senat sangat penting mengingat agenda tersebut merupakan salah satu tahapan strategis dalam proses pemilihan pemimpin Universitas Riau lima tahun ke depan.
"Kami mengimbau seluruh anggota senat untuk dapat hadir dalam rapat penetapan bakal calon rektor. Partisipasi dan kehadiran anggota senat sangat penting agar proses pengambilan keputusan berjalan lancar serta memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan," ujar Rasuli.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Riau untuk bersama-sama menjaga suasana kampus tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian pemilihan rektor dapat berlangsung tertib dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi kemajuan Universitas Riau.
"Dinamika dalam sebuah pemilihan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting adalah menjaga kebersamaan, marwah institusi, dan komitmen untuk memilih pemimpin terbaik demi kemajuan Unri ke depan," tutupnya. ***