Riauterkini - PEKANBARU - PT Pertamina Patra Niaga melalui Fungsi Project R&P Sumatera di bawah Direktorat Infrastruktur, Proyek, dan Asset Integrity kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah operasional.
Sebanyak 20 peserta dari lima kelurahan di wilayah Ring 1 Kilang Pertamina Dumai mengikuti Pelatihan Operator Listrik Industri dan Uji Kompetensi BNSP yang resmi dibuka di Gedung Rumah BUMN Dumai.
Program pelatihan yang bekerja sama dengan KPRI Balai Latihan Kerja (BLK) Pekanbaru, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja kompeten, profesional, serta memiliki sertifikasi di bidang kelistrikan.
Pelatihan berlangsung selama 29 hari kerja dan dijadwalkan berakhir pada 16 Juli 2026. Selain meningkatkan keterampilan teknis peserta. Program ini juga diharapkan dapat memperluas peluang kerja sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Mewakili GM Project R&P Sumatera, Sr. Project Manager R&P Dumai, Basuki Winarno, menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan investasi strategis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan maupun masyarakat.
"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini," ujar Basuki.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan secara maksimal sehingga memiliki keterampilan yang sesuai standar industri, mampu bekerja dengan aman, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja.
Menurut Basuki, pelatihan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori dan praktik kelistrikan, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan andal.
"Kompetensi teknis harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap budaya keselamatan agar dapat mendukung operasional industri yang aman dan andal," katanya.
Sementara itu, Manager HSSE PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Syahrial Okzani, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
"Kami meyakini investasi terbaik tidak hanya pada infrastruktur dan operasional, tetapi juga pada pengembangan kapasitas masyarakat. Melalui pelatihan dan sertifikasi operator listrik industri ini, kami berupaya membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh pengakuan profesi, serta memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif," ujarnya.
Menariknya, pelatihan ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang gender. Dari 20 peserta yang mengikuti program, empat di antaranya merupakan perempuan. Hal ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendorong kesetaraan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mengembangkan kompetensi dan berkontribusi di dunia kerja.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna memperoleh sertifikat kompetensi yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun meningkatkan kapasitas profesional mereka.
Kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau menjadi wujud sinergi antara dunia industri dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Kepala UPT Latihan Kerja (LK) Disnakertrans Provinsi Riau, Lukman Hakim, mengapresiasi kerja sama yang terus terjalin dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja daerah.
"Kerja sama ini merupakan langkah yang sangat positif dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan industri," ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai yang diwakili Kabid Pelatihan, Edi Susanto SE MM.Ak.
Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai bersama Fungsi Project R&P Dumai terus mendorong lahirnya tenaga kerja lokal yang kompeten, berdaya saing, dan berbudaya keselamatan. Inisiatif tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung kebutuhan sektor industri dan ketahanan energi nasional.
Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, serta perluasan akses masyarakat terhadap peluang kerja yang lebih baik. ***(rls/mok)