Riauterkini-PASIRPENGARAIAN-Salah seorang Petani Kelapa Sawit yang menjual Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di PT. Karya Samo Mas (KSM) Rambah Samo bernama Rendi menyayangkan adanya pemberitaan terkait besarnya potongan harga di perusahaan tersebut.
Menurutnya, selama ini petani tidak pernah merasa keberatan dengan adanya potongan harga tersebut. Pasalnya, pihak perusahaan punya dasar pertimbangan dengan harga yang sudah ditetapkan.
Dia mengaku kesal dengan adanya penghiringan opini melalui pemberitaan tersebut. Dimana, hal itu akan merusak hubungan baik antara petani-petani yang menjual hasil kebunnya dan menejemen PT. KSM.
"Memang perihal angka potongan harga itu diketahui oleh seluruh petani yang menjual buahnya ke PT. KSM. Tapi tidak semua buah yang dipotong sampai 8℅ itu. Tentunya perusahaan punya klasifikasi tertentu,"ucap Rendi kepada Wartawan, Selasa (4/8/2026).
Diakui Rendi, para petani tidak mengeluhkan pemotongan harga tersebut. Apalagi meminta kepada Wartawan agar memberitakan perihal potongan harga itu.
" Saya memang pernah buat status di histori akun Whatsapp saya. Tapi bukan sebagai bentuk protes. Tetapi hanya sebagai informasi bagi petani-petani lainnya. Mungkin histori WA saya itu yang dijadikan bahan berita oleh oknum Wartawan,"ungkapnya.
Terlepas dari itu semua, Rendi juga meminta maaf kepada menejemen PT. KSM atas peristiwa itu. Menurutnya hal itu tidak bertujuan sebagai bentuk protes. Namun hanya sebatas memberikan informasi kepada para petani,"akuinya.
Selain itu, sebagai salah seorang petani kelapa sawit yang berada di Kecamatan Rambah Samo, dirinya merasa bersyukur karena tidak perlu lagi jauh-jauh menjual hasil kebunnya dengan kehadiran PT. KSM.
Kemudian, menurutnya, selama ini, PT. KSM juga memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat yang ada di Kecamatan Rambah Samo. Terutama, terkait bantuan-bantuan kepada masyarakat atau CSR nya.
"PT. KSM selalu hadir di setiap adanya bencana alam seperti banjir dan kegiatan pemuda seperti perayaan hari-hari besar lainnya," tutupnya.
Terpisah, Perwakilan Menejen PT. KSM mengakui bahwa pemotongan sebesar 8% itu memang terjadi. Namun tidak diberlakukan kepada seluruh pengirim TBS ke perusahaan tersebut.
Ada beberapa faktor sehingga diberlakukan potongan sebesar 8℅ tersebut. Diantaranya TBS restan dan dalam kondisi basah. Dalam artian memiliki kadar air yang tinggi. Mengingat, beberapa minggu terakhir curah hujan tinggi.
Perihal potongan harga ini juga sudah dikomunikasi di lapangan. Informasi mengenai penyebab pemotongan ini juga sudah disamoaikan kepada asisten distorsi, yang kemudian disampaikan kepada para sopir pengangkut TBS ke Pabrik.
Namun, mwski semuanya sudah sesuai prosedur, tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan pemahaman sehingga menjadi heboh seperti ini.
"Namun, ini akan menjadi catatan bagi kami agar kedepan tidak terjadi salah faham lagi. Kami siap membuka ruang diskusi kepada segenap masyarakat, terutama para para petani kelapa sawit yang menjualnya TBS nya ke pabrik kami,"ucap perwakilan perusahaan tersebut. ***(am)