Riauterkini-SIAK - Penyebab pasti meninggalnya dr. Alex Cristo Loris, dokter spesialis anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Siak, akhirnya terkuak.
Kepolisian Resor (Polres) Siak mengungkapkan korban meninggal dunia akibat gagal napas setelah terpapar obat anestesi dosis tinggi yang bekerja cepat.
Konferensi pers yang digelar di Mapolres Siak, Selasa (4/8/2026) mengungkapkan fakta medis dan hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) terkait tragedi tersebut.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Kosmos Parmulais, menjelaskan bahwa hasil otopsi menunjukkan adanya gambaran edema paru (penumpukan cairan di paru-paru) serta kondisi asfiksia (kekurangan oksigen) pada tubuh almarhum akibat sistem pernapasan yang tidak berfungsi secara adekuat.
"Ahli farmakologi menjelaskan penggunaan obat jenis ini wajib didampingi alat bantu pernapasan atau ventilator mekanik. Tanpa suplai oksigen saat obat bekerja, korban mengalami gagal napas hingga meninggal dunia," ujar AKP Kosmos.
Langgar SOP Penyimpanan Obat
Selain mematikan, obat anestesi yang ditemukan di lokasi kejadian merupakan kategori obat berdistribusi sangat terbatas. Obat tersebut lazimnya hanya digunakan untuk tindakan medis berat di ruang ICU atau kamar operasi (OK).
AKP Kosmos menegaskan adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) terkait keberadaan obat tersebut di luar area steril.
"Obat ini wajib disimpan secara ketat di dalam kamar bedah. Sesuai SOP, obat-obatan tersebut sama sekali tidak boleh dibawa keluar dari area khusus kamar bedah, meskipun oleh tenaga medis atau dokter yang bersangkutan," tegasnya.
Kepastian keterlibatan obat tersebut diperkuat oleh hasil uji ilmiah Tim Labfor. Di dalam tas milik korban, penyidik menemukan alat suntik beserta sisa tabung cairan obat keras.
"Hasil uji laboratorium mengonfirmasi sampel DNA yang menempel pada alat suntik bersesuaian atau cocok mutlak dengan DNA almarhum," tambah AKP Kosmos.
Saat ini, penyidik Polres Siak masih terus melengkapi berkas penyidikan untuk menyimpulkan secara menyeluruh konstruksi perkara atas tragedi tersebut.
Sebagaimana diketahui, publik di sekitar Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, sempat digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di area semak-semak samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Selasa (14/7/2026) lalu.
Jasad tersebut terkonfirmasi sebagai dr. Alex Cristo Loris, dokter spesialis anestesi yang baru bertugas di RSUD Tengku Rafian kurang dari satu bulan.
Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh sang istri sejak Senin sore sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan otopsi di RS Bhayangkara Polda Riau, penyebab pasti kematian korban kini resmi terungkap.***(Adji)