Riauterkini-RENGAT-Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian dan penyelamatan lingkungan, PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, membantu memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mulai marak terjadi di Indragiri Hulu (Inhu).
Upaya pemadaman Karhutla dilakukan PT TPP dengan mengerahkan enam personel dari Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) Fire Prevention untuk membantu proses pemadaman di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, dan Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat. Kedua lokasi masing-masing berjarak sekitar 14 kilometer dan 27 kilometer dari area operasional perusahaan.
“Tim tersebut dikoordinasikan oleh Wisnu Prayogo, PIC Sustainability PT TPP, dengan membawa sejumlah peralatan pendukung untuk penanganan karhutla di lapangan,” tegas Administratur PT TPP, Victor Aybund, Selasa (11/8/26).
Diungkapkanya, di Desa Danau Baru, tim PT TPP bersama unsur terkait melakukan upaya pemadaman sejak 4 Agustus 2026. Setelah kondisi kebakaran di lokasi tersebut berhasil dikendalikan, personel kemudian dialihkan untuk memperkuat penanganan di Desa Sungai Guntung Hilir.
“Hingga Senin, 10 Agustus 2026, tim TKTD PT TPP masih berada di lapangan dan terlibat dalam upaya pemadaman di Sungai Guntung Hilir. Penanganan dilakukan secara bertahap dan intensif, dengan mengedepankan koordinasi bersama perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Indragiri Hulu, aparat Kepolisian dan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Manggala Agni,” ungkapnya.
Tidak hanya mengandalkan tenaga personel, PT TPP juga menambah dukungan berupa satu unit Mini Excavator. Alat berat tersebut mulai diturunkan ke lokasi pada Sabtu, 8 Agustus 2026, untuk membantu pembuatan sekat bakar sekaligus mendukung penggalian sumber air yang dibutuhkan dalam proses pemadaman.
“Langkah tersebut dilakukan karena penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan titik api. Di lapangan, ketersediaan sumber air, akses menuju lokasi, hingga upaya mencegah api kembali meluas menjadi bagian penting dari proses penanganan,” tegasnya.
Ditambahkanya, keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla di wilayah sekitar merupakan bagian dari kontribusi menjaga lingkungan dan mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Kami berupaya hadir ketika dibutuhkan. Personel dan peralatan yang kami miliki, kami kerahkan untuk membantu proses pemadaman bersama seluruh pihak di lapangan. Untuk di Danau Baru, alhamdulillah sudah berhasil dikendalikan, dan saat ini dukungan kami difokuskan untuk membantu penanganan di Sungai Guntung Hilir,” tandasnya.
Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama banyak pihak karena kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas. Perusahaan juga terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait.
“Kami berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat proses pemadaman dan mencegah kebakaran meluas. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga wilayah ini agar dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan,” urainya.
Keterlibatan PT TPP dalam penanganan karhutla di sekitar wilayah operasional bukan merupakan langkah yang baru dilakukan perusahaan. Jauh sebelum adanya kejadian kebakaran pada Agustus ini, PT TPP telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, terutama memasuki periode musim kemarau yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap terjadinya kebakaran.
“Berbagai langkah pencegahan dilakukan melalui penguatan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat, pengecekan kesiapan personel dan peralatan pemadaman, patroli di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran, serta peningkatan koordinasi dengan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional,” ucapnya.
Kesiapsiagaan juga terus diperkuat melalui kegiatan apel siaga karhutla dan peningkatan kapasitas tim di lapangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif perusahaan untuk memastikan personel tidak hanya siap ketika terjadi kebakaran, tetapi juga mampu melakukan respons secara cepat ketika menemukan potensi api sejak dini.
“Bagi PT TPP, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh elemen di wilayah tersebut,” ujarnya.
Selain mengerahkan tim TKTD, PT TPP juga memberikan dukungan sarana yang dapat digunakan untuk mempercepat proses pengendalian api dan meminimalkan risiko penyebaran kebakaran, dukungan terhadap penanganan Karhutla di wilayah sekitar juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Sebagai bagian dari Astra Agro Lestari, PT TPP berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan kegiatan operasional, perlindungan lingkungan, dan hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan,” tegasnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesiapsiagaan yang dibangun sebelum terjadinya kebakaran, respons ketika kejadian berlangsung, serta kolaborasi setelah kondisi di lapangan mulai terkendali.
“Melalui semangat “Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia”, PT TPP terus mendorong kerja sama lintas pihak dalam menjaga lingkungan dan membangun ketangguhan bersama menghadapi ancaman karhutla. Sebab, menjaga hutan dan lahan bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga tentang memastikan bumi tetap menjadi ruang hidup yang aman bagi masyarakat hari ini dan generasi mendatang,” jelasnya. ***** (guh)