Riauterkini-LOMBOK — Putri Mahkota Kerajaan Swedia, Victoria, selaku Duta Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP), tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (5/9/2026).
Kedatangan Putri Mahkota Victoria merupakan bagian dari kunjungan selama dua hari untuk meninjau secara langsung sejumlah program UNDP di Lombok yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, pemulihan pascabencana, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan.
Victoria tiba bersama Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, Sekretaris Negara Swedia Diana Janse, Duta Besar Swedia Daniel Blockert, dan Wakil Menteri Bappenas Febrian Ruddyard.
Rombongan tersebut disambut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Bandara Lombok.
Dalam penyambutan, rombongan disuguhi beragam masakan lokal, mulai dari sate ikan khas Lombok Utara, olahan tempe hingga umbi-umbian lokal. Sajian tersebut sekaligus menjadi bagian dari pesan mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal dan keberlanjutan.
Setelah tiba di Lombok, Putri Mahkota Victoria mengunjungi UPTD Bale KITA di Kawasan Barat Islamic Center, NTB. Bale KITA merupakan wadah dukungan pemerintah daerah bagi pengembangan industri kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komunitas.
Di lokasi tersebut, Victoria meninjau berbagai produk UMKM binaan Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assistance (PETRA), salah satu proyek UNDP.
Sejumlah produk yang diperkenalkan antara lain olahan camilan tradisional mete, madu hutan, dan keripik ubi. Produk-produk tersebut memanfaatkan bahan pangan lokal dan mengolahnya menjadi komoditas bernilai tambah.
Pengembangan UMKM tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat setelah bencana, tetapi juga meningkatkan perekonomian keluarga melalui penciptaan produk dan peluang usaha berbasis potensi lokal.
Dalam kunjungan itu, Putri Mahkota Victoria juga berdialog dengan para perajin dan pelaku usaha lokal. Pembicaraan membahas penguatan UMKM dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menjaga kekayaan budaya masyarakat setempat.
Selama berada di Lombok, Victoria dijadwalkan meninjau sejumlah program UNDP lainnya. Di antaranya hunian dan fasilitas yang dibangun kembali melalui inisiatif PETRA, sistem kesehatan digital SMILE, asuransi terumbu karang pertama di Indonesia yang berada di Gili Meno, serta Hutan Adat Mandala di Bayan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi UNDP dan Pemerintah Indonesia dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, pembangunan tidak hanya diarahkan pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat, layanan kesehatan, ketahanan lingkungan, serta pelestarian sumber daya dan budaya lokal.***(rls/yan)