Riauterkini-BENGKALIS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) tengah menjajaki kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Riau untuk memperkuat upaya pemberantasan rabies melalui sosialisasi dan vaksinasi rabies massal.
Rencana kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026. Namun, apabila belum dapat terlaksana sesuai jadwal, pelaksanaannya akan digeser menjadi 10 Oktober 2026.
Kegiatan vaksinasi menyasar hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing, di wilayah yang memiliki risiko kejadian rabies. Pemberian vaksin diharapkan dapat meningkatkan kekebalan hewan sekaligus membantu memutus rantai penularan virus rabies.
Selain vaksinasi, kerja sama ini juga akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat, terutama para siswa-siswi sekolah dasar (SD). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies, terutama risiko gigitan hewan penular rabies.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Bengkalis Suhairi, SP melalui Pejabat Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda, drh. H.M. Mardani, Selasa (15/9/26).
“Dalam rangka kewaspadaan dan kesadaran masyarakat, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan siswa-siswa SD. Catatan dari dinas, kejadian kasus gigitan sering terjadi, sehingga risiko ini harus diantisipasi,” ujar dokter hewan yang akrab disapa Hani ini.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran kegiatan vaksinasi rabies massal berada di Kecamatan Mandau dan Pinggir, khususnya Kelurahan Babussalam dan Titian Antui.
"Kita mengimbau masyarakat yang memiliki hewan penular rabies di wilayah tersebut agar berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi yang akan dilaksanakan," imbaunya.
Ditambahkan Hani, persiapan kegiatan kerja sama saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Langkah ini juga merupakan komitmen Pemkab Bengkalis memperkuat pengendalian dan pemberantasan rabies di Kabupaten Bengkalis.
“Semoga berjalan lancar dan diharapkan partisipasi masyarakat yang memiliki hewan penukar rabies,” katanya lagi.
Sementara itu, realisasi vaksinasi rabies di Kabupaten Bengkalis saat ini tercatat sebesar 38,47 persen dari target 2.500 dosis.
Melalui kerja sama dengan PDHI Cabang Riau, Pemkab Bengkalis berharap cakupan vaksinasi dapat ditingkatkan sehingga pengendalian rabies berjalan lebih maksimal.
“Ini menjadi komitmen bersama untuk memberantas rabies, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Harapan kita, dengan adanya kerja sama ini nantinya pengendalian rabies bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Pemberantasan rabies membutuhkan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, terutama pemilik hewan penular rabies. Vaksinasi hewan secara berkala dan peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.***(dik)