Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Dari Sepetak Lahan Wirani Rejosari, Merawat Tanaman Berbuah Kesehatan



Riauterkini-PEKANBARU - Di sudut stan rumah sederhana itu ada papan bertuliskan Jelita by Wirani, warnanya merah muda. Rona kelembutan yang terpancar sepadan dengan senyum ramah ibu-ibu menyambut tamu yang datang. Stan kecil itu kian terasa hangat dari tuturan mukadimah Jummi Sulistiani, si empunya usaha. Sesekali introduksi candaan mampu memancing gelak tawa.

Di atas meja berbalut kain biru, aneka cemilan tampak tertata rapi. Deretan makanan ringan yang terhidang dikemas dengan apik. Berbagai jenis produk olahan ditampilkan. Mulai dari makanan olahan berbahan dasar ikan, keripik sorgum, aneka kukus dalam kemasan, hingga minuman segar berwarna hijau yang menggoda.

"Kami dari kelompok Wirani Rejosari. Dan ini adalah ibu-ibu jelita," kata Jummi mengawali mengawali perkenalan, Kamis, 8 Oktober 2026.

Wirani berarti Wirausaha Wanita Rejosari. Sedangkan Jelita bermakna jajanan enak, lestari, inovatif, tinggi asupan. Stan usaha rumahan di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai Provinsi Riau ini, tak sekadar tempat memajang produk, melainkan ruang kreativitas dan semangat perempuan jelita mengembangkan usahanya.

Setiap kemasan yang tersusun, menyimpan cerita tentang keberanian untuk mencoba. Produk-produk yang dipamerkan merupakan gambaran nyata bagaimana usaha lokal dapat tumbuh. Berbekal kreativitas dan kerja bersama menjadi ruang yang luas untuk mengembangkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.

Usai bermukadimah sesaat, Jummi mengajak melihat tanaman hidroponiknya. Lokasinya di halaman samping rumah. Hamparan pipa paralon disulap menjadi media tanaman hidroponik, lengkap dengan panel surya sebagai sumber penerangan pada malam hari.

Lokasi kebun rumahan ini memang tak terlalu luas. Ya kira-kira seukuran rumah petak kecil. Sayuran yang ditanam di pipa paralon bertingkat tersebut amat subur. Batangnya gemuk, daunnya lebar. Di bawah tanaman sayuran hidroponik itu terdapat bak untuk budidaya ikan patin dan lele. Kombinasi ini seperti tanaman tumpang sari-lah kalau di perkebunan, memanfaatkan lahan lebih bernilai ekonomis.

"Ini kebun hidroponik kami," kata Jummi seraya tersenyum, mempersilakan kami mengamati.

Kesan nyaman dan hangatnya sambutan Jummi, cukup menghipnotis kami, melupakan sejenak cuaca Dumai yang berkabut karena asap dari kebakaran hutan dan lahan. Ditambah lagi suara gemericik air saling bersahutan berasal dari submersible pump atau pompa air hidroponik. Fungsinya mengalirkan kandungan nutrisi air ke pipa paralon. Jejeran tanaman di lubang-lubang pipa paralon itulah sayuran hidup tanpa tanah. Ada sayuran pakcoy dan selada.

"Ini tempat kami bercocok tanam, bukan tanah, tapi menggunakan media hidroponik," ungkap Jummi lagi.

Dari pipa paralon tersebut terdapat 708 lubang untuk kedua jenis tanaman sayur. Sebanyak 70 lubang lainnya khusus untuk pembibitan.

Soal perawatan, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai sudah membekali melalui pelatihan, sejak pembibitan tanaman hingga pemasaran. Jummi mengaku ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi kelompoknya.

Deretan panel surya tampak terpasang rapi di atas hidroponik. Fungsinya menghidupkan pompa mengalirkan air ke hidroponik. Ketahanan energi surya yang tersimpan di baterai juga menjadi sarana penerangan pada malam hari. Kecuali jika mendung lebih dari dua hari baru menggunakan listrik PLN.

Panel surya itu dibantu Pertamina New & Renewable Energy, sebuah subholding PT Pertamina yang berfokus pada pengembangan energi bersih, terbarukan, dari Jakarta. Jummi pun bilang usahanya berhasil menghemat Rp2,400.000 per tahun berkat upayanya mengurangi ketergantungan listrik.

"Lebih hemat dibandingkan menggunakan listrik PLN. Perawatannya mudah kok, cuma dilap atap panelnya ngilangin debu, paling dua kali seminggu," ungkap Jummi.

Perempuan berparas cantik dengan perawakan sedang ini mengutarakan, usaha tanaman hidroponik sayuran dan ikan tersebut sangat membantu dalam hal perekonomian, khususnya bagi kelompok Wirani yang beranggotakan 10 orang.

"Kelompok kami ada tujuh dari kader posyandu tiga lagi ibu rumah tangga," ujarnya sembari menunjuk rekan kelompoknya yang turut hadir serta dalam kunjungan itu.

Omset yang didapat mencapai 14 juta rupiah, hasil penjualan sayuran yang mereka panen sebulan sekali. Ikan lele dan patin juga berkontribusi mendukung berkembangnya kelompok Wirani.

Sejumlah minimarket di Kota Dumai sudah berlangganan menampung hasil panen sayuran hidroponik dari kelompok Wirani. Sebagian lagi dijual di pasar tradisional Dumai. Begitu juga hasil budidaya ikan.

"Alhamdulillah mudah-mudahan lancar terus," harap Jummi dengan sumringah.



Hebatnya, dari usaha kebun hidroponik dan budidaya ikan tersebut juga dimanfaatkan mendukung kegiatan posyandu untuk memenuhi makanan tambahan bergizi bagi balita dan lansia.

Ikan patin misalnya diolah menjadi bakso. Sayuran pakcoy dan selada juga dijadikan jus. Tujuannya memancing selera anak-anak. Makanan tambahan gizi lainnya juga disajikan mulai dari tempe, tahu dan sayur bayam yang dipasok dari luar.

"Kadang anak-anak ada yang tak mau ikan, apalagi sayur. Padahal kandungan gizinya tinggi," ungkap Jummi.

Ada juga sorgum, tanaman biji-bijian yang diolah menjadi biskuit, brownies serta keripik. Kandungan dari sorgum memiliki serat dan protein tinggi. Bahan bakunya dari Alam Tani, kelompok pertanian hasil binaan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai di Kelurahan Tanjung Palas di kota yang sama.

"Ya, sorgum yang sudah kita olah ini juga disajikan untuk mendukung program posyandu," ungkap Jummi.

Kelompok Wirani juga aktif mendatangi lansia yang membutuhkan perhatian, langsung ke rumah. Selain pemeriksaan kesehatan, makanan tambahan bergizi yang disediakan di posyandu juga diberikan sama. Kegiatan dilaksanakan sudah terjadwal setiap bulannya.

"Bagi lansia yang membutuhkan perhatian pelayanan sama yang kita dilakukan di posyandu. Ada pemeriksaan kesehatan mulai dari cek kolesterol, tensi, gula juga," papar Jummi.

Berkat konsistensinya, kelompok ini melakukan pelayanan kesehatan kunjungan warga ke posyandu meningkat. Secara persentase kunjungan warga ke posyandu meningkat 158,4 persen selama periode 2024-2026.

Usaha para kader posyandu dari kelompok Wirani itu disebut telah berhasil membantu mengatasi gizi buruk. Usaha ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menurunkan angka stunting.

Mereka yang selama ini mendapatkan pendampingan, sebanyak enam anak terentaskan dari gizi buruk dan stunting. Empat ibu hamil sebelumnya kekurangan energi kronis dinyatakan kembali normal. Begitu juga terhadap sepuluh orang lansia terdampingi kesehatannya.

"Alhamdulillah, yang jelas program ini akan terus kami lanjutkan," ujarnya optimis.

Pengembangan usaha tanaman hidroponik tersebut ditargetkan terus bertambah. Tahun mendatang ia optimis mewujudkan 15 ribu lubang tambahan. Di antaranya bakal dikembangkan untuk tanaman buah melon.

Namun karena lokasi saat ini terbatas, lahan baru disiapkan untuk mendukung rencana tersebut. Nantinya perkebunan hidroponik baru itu juga bakal dijadikan wisata edukasi. Jika terwujud, target lainnya bisa memenuhi permintaan program Makan Gizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Pusat.

Bahkan kelompok Wirani ini juga sudah merencanakan bakal menambah kolam lagi untuk budidaya ikan patin dan lele di rumah-rumah anggota kelompok. Tujuannya sama, saat panen tiba bisa menambah pasokan penjualan, termasuk untuk dapur MBG.

"Untuk dapur MBG kita belum bisa memenuhi karena permintaanya belum mencukupi. Makanya target pengembangan menjadi 15 ribu lubang tahun depan itu agar bisa memenuhi permintaan dapur MBG," ungkap Suliastini dengan penuh keyakinan.

Bisa dibayangkan, jika rencana itu terwujud, kesejahteraan ibu-ibu jelita ini pun bakal meningkat, berkat kreativitas dari menanam sayuran hidroponik dan budidaya ikan.

Jummi juga mengulas perjalanan kelompoknya ketika merintis usaha tanaman hidroponik itu. Keterbatasan produksi dan legalitas disebut sempat menghambat pemasaran saat kelompok ini bernama Sehati pada 2019 dulu.

"Ya ini usaha lanjutan, dulunya bernama Sehati," jelasnya.

Sehati bermakna Kesehatan Ibu dan Buah Hati. Nama Sehati erat kaitanya dengan kegiatan Posyandu yang didirikan Kelurahan Jaya Mukti dan Tanjung Palas Kota Dumai.

Kemudian pada 2024, Jummi membuat kelompok baru dengan usaha yang sama bernama Wirani. "Nah, kalau yang ini pengembangan usahanya khusus di Kelurahan Rejosari," ungkap Jummi lagi.

Dari dua kelompok usaha ini, peran PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai sangat banyak membantu. Mulai dari bibit, hidroponik hingga pengembangan usaha pertanian.

Tak hanya itu, peran perusahaan berplat merah milik negara itu juga membantu kelompok ini memperoleh sertifikat halal pada Agustus 2025. Berselang dua bulan kemudian, dapur produksi terpusat diresmikan.

Kelompok usaha Wirani pun semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan ekspo yang difasilitasi Pertamina Patra Niaga Dumai. Tidak hanya even-even yang dilaksanakan di kota minyak itu, bahkan di daerah lainnya termasuk Pekanbaru.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Refinery Unit Dumai PT Pertamina Patra Niaga, Tengku Muhammad Rum mengakui perusahaannya sudah berkontribusi cukup banyak atas pengembangan kelompok usaha, tak terkecuali Wirani Rejosari ini.

Upaya pembinaan perusahaan nasional bergerak di bidang perminyakan ini dilakukan secara terukur. Setiap bantuan fasilitas dan pembinaan diberikan harus disertai evaluasi.

"Kita melakukan pembinaan ini pelan-pelan ya. Insya Allah kelompok ini perkembangannya sudah sesuai harapan," ujar Rum.

Adapun bantuan yang diberikan, mulai dari instalasi hidroponik hingga pelatihan mengolah makanan. Selain itu berbagai kegiatan ekspo, Wirani merupakan satu di antara kelompok hasil binaan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai yang selalu diikutsertakan. Baik di Kota Dumai maupun even-even ekspo lainnya.

Dilibatkannya berbagai kelompok usaha pada even-even ekspo tersebut untuk menambah pengalaman saat berbaur dengan kelompok usaha lainnya.

"Harapan kami, bantuan dan pelatihan yang diberikan bisa membuat kelompok ini mandiri. Melalui ekspo, itu juga bisa menambah pengalaman dan kreativitas," harap Rum.

Perusahaan juga menargetkan, kelompok usaha yang dianggap sudah berhasil, bisa menularkan pengalamannya kepada kelompok lainnya.

"Parameter kita, kelompok yang kita bantu harus bisa mandiri tiga sampai empat tahun. Tim kami tentu memantau bagaimana kelompok usaha ini bisa mandiri sesuai target yang ditentukan," jelasnya.

Sementara Community Development Officer PT Pertamina Patraniaga Refinery Unit Dumai, Audina Reihan mengakui peran posyandu melibatkan kelompok Wirani ini turut berkontribusi mendukung program pemerintah dalam hal pemenuhan standar gizi masyarakat.

Kegiatan posyandu yang terus dilaksanakan itu juga turut memberikan kesadaran bagi orang tua terhadap balitanya. Ragam makanan olahan mengandung protein tinggi berupa cemilan diakui memiliki daya pikat.

Pemberian makanan tambahan bergizi tersebut juga diakui berkontribusi menurunkan angka stunting di kelurahan itu. Terbukti dari 39 anak mendapatkan pendampingan sebelumnya berhasil diatasi.

"Ya benar, dari 39 anak yang mendapatkan pendampingan kelompok ini, sekitar 15–16 anak dilaporkan kembali ke kondisi normal. Karena itu, kegiatan posyandu memberikan perhatian terhadap balita dan lansia agar gizi mereka terpenuhi," pungkas Audina.***(mokhtiar)

teks foto
1. Ibu-ibu Jelita dari kader Posyandu menampilkan aneka makanan olahan hasil tanaman sayuran hidroponik dan ikan hasil budidaya.
2.Tanaman sayuran hidroponik siap dipanen.

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Galeri
Minggu, 25 Oktober 2026

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda ke XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Berita Lainnya

Selasa, 27 Oktober 2026

Gebyar Pemuda Kuansing 2026, Muklisin Ajak Generasi Muda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda


Selasa, 27 Oktober 2026

Kawal Penyaluran Energi, PPN Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Ombudsman Sumut


Selasa, 27 Oktober 2026

Polda Riau Gagalkan Peredaran Narkoba Sebanyak 34,9 Kilogram Asal Malaysia


Selasa, 27 Oktober 2026

Kapolsek Tanah Bersama Wabup Rohil dan Camat Tanah putih Tinjau Pemungutan Suara Pilpeng Sintong Pusaka


Selasa, 27 Oktober 2026

Perempuan Paruh Baya Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya di Sungai Apit, Siak


Selasa, 27 Oktober 2026

Kecelakaan Libatkan Dua Truk dan Motor di Bandar Sei Kijang Pelalawan, Sejumlah Orang Luka-luka


Selasa, 27 Oktober 2026

Jelang Musda, Ngah Tiar Bakal Maju Calon Ketua Golkar Bengkalis


Selasa, 27 Oktober 2026

BRK Syariah Salurkan Bantuan CWLD kepada Yayasan Al-Ihsan Riau


Selasa, 27 Oktober 2026

Ribuan Santri Putihkan Lapangan Limuno, Plt Bupati Kuansing H. Muklisin: Santri Harus Kuasai Teknologi


Selasa, 27 Oktober 2026

Sebulan Menjabat, Duet Kapolres Bersama Kasatreskrim Inhu Ungkap Penyimpangan BBM Bersubsidi


Selasa, 27 Oktober 2026

PTPN IV Regional III Tebar 60.000 Bibit Baung dan Nila di 12 Sungai Riau


Selasa, 27 Oktober 2026

Kembali Masuk Daftar Fortune Indonesia 100 Tahun 2026, Danamon Perkuat Rekam Jejak Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan


Senin, 26 Oktober 2026

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen


Senin, 26 Oktober 2026

Parkir Mobil Rp20 Ribu di Drumband Bupati Inhu Cup, Dishub Panggil Pengelola


Senin, 26 Oktober 2026

Kesbangpol Riau Ajak Warga Banyuwangi Perkuat Kerukunan dan Persatuan


Senin, 26 Oktober 2026

Polres Rohil Kerahkan Pasukan Gabungan Amankan Pilpeng Serentak 2026, Kapolres Tegaskan Netralitas


Senin, 26 Oktober 2026

Jembatan Rumbio hingga Candi Muara Takus Jadi Perhatian Pemprov Riau


Senin, 26 Oktober 2026

Diterpa Hujan, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil Tetap Pacu Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang


Senin, 26 Oktober 2026

32.214 Bikers Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026


Senin, 26 Oktober 2026

Operasi Patuh Lancang Kuning, Satlantas Bengkalis Ingatkan Pengendara Tertib Berlalulintas