Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
65 Hari Memadamkan Api, Risky Merindukan Senyum Istri

Riauterkini - Risky Zulfitrah pernah meninggalkan istrinya selama sekitar 65 hari untuk bertugas memadamkan api pada Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan). Di tengah penugasan panjang dan pengalaman menghadapi api, dukungan istri serta orang tua menjadi kekuatannya untuk bertahan.

Ketika ditanya apa yang paling dirindukan dari rumah, Risky Zulftrah langsung menyebut senyum istrinya. Setelah lama berjauhan, ia ingin memeluk Riska Mala Dewi dan meminta maaf karena harus meninggalkannya untuk bertugas memadamkan api.

Keinginan itu ia sampaikan ketika menceritakan pengalamannya sebagai petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Dalam salah satu penugasan, Risky pernah meninggalkan istrinya selama sekitar 65 hari. Lebih dari dua bulan mereka harus menjalani keseharian di tempat berbeda.

“Rasanya berat ketika meninggalkan istri di rumah sendirian,” kata Risky. Pria berusia 29 tahun itu tinggal di Desa Tualang, Kecamatan Tualang, Perawang, bersama Riska yang berusia 28 tahun. Pasangan ini belum memiliki anak.

Hampir sepuluh tahun Risky bekerja sebagai petugas pemadam karhutla pada Perusahaan PT Arara Abadi yang merupakan unit usaha dari APP Group. Selama itu, ia menghadapi api yang membesar dan meluas, cuaca panas, serta angin kencang. Namun, pengalaman yang paling berat baginya adalah ketika ia dan rekan-rekannya menghadapi api yang berbalik menuju mereka.

Ketika Angin Mengubah Arah Api

Risky mengingat peristiwa tersebut terjadi dalam penugasan di Distrik Kuala Lumpur disalah satu daerah diProvinsi Sumatera Selatan. Saat itu, ia dan tim sedang melakukan pemadaman dengan mengejar bagian depan kebakaran yang disebutnya sebagai kepala api. Setelah mereka bergerak cukup jauh, arah angin tiba-tiba berubah.

Api yang sebelumnya mereka kejar justru berbalik mengarah kepada tim. Beberapa selang ikut terbakar, sementara jarak pandang semakin terbatas. Jalur menuju tempat aman atau *safety zone* pun tidak lagi terlihat.

“Pada saat itulah saya teringat keluarga dan timbul rasa takut bahwa saya tidak akan selamat karena api mengejar kami dan jarak pandang kami terbatas,” tutur Risky. Pengalaman tersebut menjadi salah satu saat ketika ia benar-benar merasa takut tidak bisa kembali bertemu keluarga.

Risky mengakui, api yang terus membesar dan meluas menjadi tantangan berat dalam pekerjaannya, terlebih saat disertai panas dan angin kencang. Ketika ditanya apa yang membuatnya tetap bertahan di tengah kelelahan dan kerinduan, ia kembali menyebut orang-orang di rumah.

“Yang membuat saya bertahan itu karena semangat yang diberikan keluarga dan istri,” ujarnya. Dukungan mereka menjadi penguat selama ia menjalani penugasan jauh dari rumah.

Berbagi Rindu di Tenda Pemadaman

Di tempat bertugas, Risky menemukan kebersamaan dengan sesama petugas. Salah satu momen yang paling mengharukan baginya adalah ketika berkumpul di tenda bersama rekan-rekan dari berbagai wilayah, antara lain Kalimantan Barat, Jambi, Palembang, dan Riau.

Di sana, mereka berbagi cerita tentang keluarga yang ditinggalkan. Ada kesedihan karena berjauhan selama berbulan-bulan, juga kekhawatiran mengenai keselamatan selama bekerja. Risky merasa dekat dengan rekan-rekannya karena mereka mengalami susah dan senang bersama, termasuk ketika berada di tengah kebakaran.

“Kami sesama anggota RPK meninggalkan keluarga berbulan-bulan dan tidak tahu apakah bisa pulang dengan selamat atau tidak,” katanya. Bagi Risky, kebersamaan itu mengharukan karena masing-masing memahami beratnya menjalani tugas sambil menyimpan kerinduan kepada keluarga.

Sementara Risky berbagi cerita dengan rekan-rekannya di tempat penugasan, Riska menghadapi penantian di rumah. Ia mengaku sedih dan khawatir setiap kali suaminya harus berangkat memadamkan api. Perasaannya semakin tidak menentu ketika Risky belum juga kembali.

Riska juga pernah mengalami saat suaminya sulit dihubungi. Dalam keadaan itu, ia takut sesuatu terjadi kepada Risky. “Perasaan saya campur aduk, takut suami saya kenapa-kenapa,” ujarnya.

Penugasan juga membuat Risky melewatkan momen penting bersama keluarga. Riska menyebut Idulfitri dan Iduladha sebagai hari raya yang pernah mereka lalui tanpa kehadiran suaminya. Karena itu, melihat Risky akhirnya pulang dalam keadaan selamat menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.

“Hati saya bahagia melihat suami saya akhirnya pulang ke rumah dengan selamat,” kata Riska. Di balik dukungannya kepada pekerjaan sang suami, ia tetap berharap mereka tidak terlalu lama berjauhan.

Pesan Orang Tua Sebelum Berangkat

Kekhawatiran serupa dirasakan orang tua Risky, Ajran yang berusia 56 tahun dan Ernawaty, 55 tahun. Mereka mengaku takut terjadi sesuatu kepada anaknya selama bertugas. Penantian terasa berat ketika Risky tidak pulang selama berbulan-bulan, terlebih apabila ia sulit dihubungi.

Sebelum Risky berangkat, orang tuanya mengingatkan agar ia selalu berhati-hati dan tidak meninggalkan salat. Mereka juga berpesan agar Risky tidak ceroboh ketika bekerja serta selalu berdoa saat masuk hutan. Harapan mereka sederhana: anaknya selalu sehat dan dilimpahi rezeki.

Ketidakhadiran Risky terasa ketika keluarga berkumpul. Bagi orang tuanya, kebersamaan itu menjadi kurang lengkap karena ada anak yang sedang pergi memadamkan api. Ketika Risky pulang dalam keadaan kelelahan, mereka merasa kasihan dan sedih melihatnya.

Dari tempat bertugas, Risky menyimpan keinginan untuk kembali melihat senyum istrinya. Ia ingin memeluk Riska dan menyampaikan maaf karena lama meninggalkannya untuk memadamkan api. Itulah yang paling ingin ia lakukan setelah penugasan panjang.

Riska pun memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada suaminya: jangan terlalu lama pulang, jaga kesehatan, dan selalu ingat bahaya di lokasi kebakaran. Dari semua pesannya, satu hal menjadi harapan terpenting: “Pokoknya, pulang ke rumah dengan selamat.”***(mok)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 29 Oktober 2026

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru

New Honda Genio Tampil Kalcer Makin Retro dengan Warna Baru.

Galeri
Sabtu, 31 Oktober 2026

Hari Santri Nasional, Bupati Inhu Tegaskan Beranilah Mengatakan Tidak Pada Narkoba

Hari Santri Nasional, Bupati Inhu Tegaskan Beranilah Mengatakan Tidak Pada Narkoba

Advertorial
Selasa, 06 Oktober 2026

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru

Semakin Memperluas Jaringan di Sumatera, Dealer ke 51 Geely Hadir di Pekanbaru.

Advertorial
Jumat, 18 September 2026

Dampingi Kapolda Riau dan Pangdam TT, Bupati Inhu Tinjau Lokasi Karhutla

Bupati Inhu menerima menerima kunjungan Kapolda dan Pandang Tuanku Tambusai. Mendampingi meninjau kebakaran lahan.

Galeri
Minggu, 25 Oktober 2026

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Raih Summa Cumlaude, Rika Gunawan Puncaki Wisuda ke XXXI Umri Sebagai Lulusan Terbaik

Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Berita Lainnya

Senin, 02 Nopember 2026

Jelang Libur Akhir Tahun, PPN Sumbagut Pastikan Kesiapan Operasional AFT Sultan Iskandar Muda


Senin, 02 Nopember 2026

Jejak Harimau Muncul di Jalan Lingkar Kota Bangkinang, Warga Diimbau Waspada


Senin, 02 Nopember 2026

Ada jejak Diduga Harimau Sumatera di Kampar, Tim BBKSDA Langsung Cek Lokasi


Senin, 02 Nopember 2026

Dorong Produksi Pangan Berkelanjutan; Bappenas, FAO, dan AOI Luncurkan Laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia


Senin, 02 Nopember 2026

Warga dan Ninik Mamak Kasang Mungkal Rohul Tolak Marteem Jadi Calon Kades, Ini Alasannya


Senin, 02 Nopember 2026

Lindungi Karya Musisi Lokal, PAPPRI Riau Perkuat Sinergi dengan Kemenkum


Senin, 02 Nopember 2026

Tokoh Masyarakat Pelalawan Keluhkan PLN Kedap Kedip Ala "Lampu Disko"


Senin, 02 Nopember 2026

Polsek Tanah Putih Gelar Strong Point Pagi di Jalinsum


Senin, 02 Nopember 2026

4.390 Ha Kebun Petani Mitra PTPN IV PalmCo Kantongi Sertifikasi RSPO


Senin, 02 Nopember 2026

Nenek 75 Tahun di Kuansing Diterkam Buaya Saat Cuci Piring, Luka 20 Jahitan


Minggu, 01 Nopember 2026

Pangkalan Kerinci Kini Jadi Miniatur Nusantara Lewat Pekan Seni Budaya Riau Kompleks 2026


Minggu, 01 Nopember 2026

Kunker Perdana ke Kuala Kampar, Ini Pesan Kapolres Pelalawan


Minggu, 01 Nopember 2026

Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Land Cruiser Laka Maut di Perawang Terancam 6 Tahun Penjara


Minggu, 01 Nopember 2026

Patroli Blue Light, Satlantas Polres Inhu Amankan 4 Unit Sepeda Motor


Minggu, 01 Nopember 2026

DPO Curat Dana ATM Viral di Ukui Pelalawan Diciduk Polisi di Medan


Minggu, 01 Nopember 2026

Karyawan PKS Tapung PTPN IV Sisihkan Rezeki Bantu Perbaiki Masjid


Minggu, 01 Nopember 2026

Polsek Tanah Putih Patroli dan Pantau Ibadah Minggu, Sejumlah Gereja Dipastikan Aman


Minggu, 01 Nopember 2026

Cegah Peredaran Narkoba, Polres Rohil Sisir Tempat Hiburan Malam di Tanah Putih


Sabtu, 31 Oktober 2026

Hari Santri Nasional, Bupati Inhu Tegaskan Beranilah Mengatakan Tidak Pada Narkoba


Sabtu, 31 Oktober 2026

Bapak Pembangunan Siak Berpulang, Plt Gubri Sampaikan Belasungkawa