
Riauterkini-PANGKALAN KURAS— Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pangkalan Kuras menetapkan kepengurusan baru secara aklamasi dalam kegiatan yang digelar di SDN 024 Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rabu (12/2/2026). Penetapan tersebut dihadiri pengurus PGRI Kabupaten Pelalawan, para kepala sekolah, serta utusan guru dari masing-masing sekolah.
Dalam forum tersebut, Iwan Kurniawan, S.P, d, ditetapkan sebagai Ketua PGRI Kecamatan Pangkalan Kuras, didampingi Andi Lala, S.I.P sebagai Wakil Ketua, Neli Elfita, S.IP., M.IP sebagai Bendahara, dan Desnita Ayu, S.Pd., MM sebagai Sekretaris.
Turut hadir jajaran pengurus PGRI Kabupaten Pelalawan, yakni Ketua Leo Nardo, S.Pd., MM, Sekretaris Jenderal Dr. Yumisri, S.Sos.I., M.Pd, Wakil Ketua I Junaidi, M.Pd, serta Wakil Ketua II Suraji, S.Pd.
Selain itu, disampaikan pula bahwa pengukuhan pengurus PGRI Kecamatan Pangkalan Kuras merupakan tindak lanjut hasil konferensi PGRI Kecamatan Bandar Petalangan pada Desember 2025 lalu. Konferensi tersebut merupakan amanah AD/ART PGRI yang mewajibkan setiap pengurus PGRI kecamatan melaksanakan konferensi paling lambat enam bulan setelah konferensi dan pengukuhan PGRI Kabupaten Pelalawan.
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Pelalawan Leo Nardo menegaskan bahwa para guru yang tergabung dalam PGRI harus bangga karena PGRI merupakan organisasi profesi guru terbesar di Indonesia dan satu-satunya yang menyandang nama Republik Indonesia.
Ia juga menyampaikan berbagai perjuangan PGRI, di antaranya lahirnya Undang-Undang Guru dan Dosen yang menghadirkan tunjangan profesi atau sertifikasi, perjuangan pengangkatan honorer menjadi ASN PPPK, serta perlindungan hukum bagi guru.
Menurut Leo, solidaritas PGRI juga diwujudkan melalui kepedulian sosial, seperti penyaluran bantuan bencana alam sebesar Rp300.226.000 untuk korban bencana di Sumatera.
Selain itu, PGRI Kabupaten Pelalawan juga menyalurkan bantuan Rp50 juta kepada masing-masing anggota yang terdampak musibah kebakaran rumah di Kecamatan Langgam dan Bandar Seikijang.
Dalam peningkatan kompetensi guru, PGRI Kabupaten Pelalawan bekerja sama dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, yang hingga kini telah mengantarkan sekitar 150 guru melanjutkan pendidikan S2.
Perlindungan terhadap guru juga diperkuat melalui Badan Kelengkapan Organisasi (BKO) dan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) PGRI yang aktif mendampingi anggota saat menghadapi persoalan hukum.
Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Pangkalan Kuras terpilih, Iwan Kurniawan, S.P.d , menyampaikan komitmennya untuk memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan profesionalisme guru di wilayahnya.
Ia mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan organisasi.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. PGRI harus menjadi wadah yang mampu memperjuangkan kepentingan guru, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat solidaritas antaranggota,” ujar Iwan.
Menutup sambutannya, Leo Nardo kembali mengajak seluruh anggota untuk bangga menjadi bagian dari PGRI, memperkuat kekompakan organisasi, serta melaksanakan kewajiban sebagai anggota dengan tertib membayar iuran sesuai AD/ART, yang disebutnya sebagai urat nadi organisasi.***(ang)