Riauterkini-SIAK – Proses seleksi calon Direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) menjadi sorotan tajam. Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Siak, Marzuki, secara terbuka meminta Panitia Seleksi (Pansel) untuk bekerja secara independen, transparan, dan tidak tunduk pada tekanan pihak manapun.
Marzuki menegaskan, publik saat ini tengah mengawasi ketat jalannya proses rekrutmen ini. Menurutnya, diamnya Pansel terhadap setiap tahapan seleksi justru memicu spekulasi liar di masyarakat mengenai potensi praktik nepotisme.
"Intinya, kita meminta Pansel untuk tidak berpihak dan transparan dalam melakukan tes kepada calon direksi. Setiap tahapan harus dibuka ke publik. Jangan diam saja, seolah-olah publik menilai bahwa permainan nepotisme akan dimulai," ujar Marzuki, Selasa (24/2/2026).
Tidak hanya menyoroti kinerja Pansel, Marzuki juga menyinggung adanya tekanan dari pihak luar yang mencoba mengunggulkan calon tertentu yang dianggap kontroversial. Ia sangat menyayangkan adanya intervensi dari oknum yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan.
"Belakangan ini banyak tekanan dari tim yang mengunggulkan salah satu calon yang agak kontroversial. Ini sangat kita sayangkan, apalagi intervensi ini datangnya dari bendahara koalisi, Afni-Syamsurizal. Sebagai anggota dewan, seharusnya dia mengawal proses ini, bukan malah mengintervensi dan mendukung salah satu calon," tegasnya.
Marzuki menegaskan, Partai Nasdem Siak akan terus memantau proses ini hingga tuntas. Ia memberikan peringatan keras kepada Pansel agar benar-benar selektif dalam mencari sosok direktur yang kredibel untuk mengelola PT KITB.
Ia menambahkan, jika Pansel terbukti melakukan proses yang tidak objektif atau "asal-asalan", pihaknya tidak akan segan untuk turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban.
"Kami minta Pansel betul-betul selektif mencari direktur PT KITB. Karena apabila Pansel asal-asalan, saya pastikan saya orang pertama yang akan menurunkan massa untuk menuntut ini," pungkasnya.
Menanggapi tanggapan tersebut, Ketua Pansel Direksi PT KITB, Heryanto, memberikan klarifikasi. Ia membantah adanya intervensi dari pihak manapun dalam proses seleksi yang sedang berjalan.
Menurutnya, seluruh anggota Pansel bekerja sesuai dengan koridor aturan dan pakta integritas yang telah disepakati.
"Rasanya Pansel tak pernah ada diintervensi dan tak punya kepentingan apapun," ujar Heryanto saat dikonfirmasi, riauterkini.com.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Siak itu mengatakan, setiap tahapan seleksi dilakukan secara profesional untuk menjaring calon pemimpin yang kompeten bagi BUMD tersebut.
Meskipun demikian, bantahan dari pihak Pansel ini diprediksi tidak akan serta-merta meredam kegelisahan publik. Mengingat, pentingnya peran strategi PT KITB sebagai salah satu BUMD Siak.
Ke depan, langkah Pansel dalam membuktikan independensinya akan menjadi penentu, apakah proses rekrutmen ini akan berjalan mulus atau justru menghadapi gejolak sosial yang lebih besar sebagaimana yang telah disuarakan sebelumnya.
Publik kini menanti langkah konkret Pansel, dalam menyajikan bukti nyata transparansi di setiap sisa tahapan seleksi yang ada.
Terpisah, salah seorang calon direksi PT KITB H Afrizal S.T berharap, proses seleksi ini bisa berjalan transparan, dan sehat tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Saya tadi orang ke-12 yang mendaftar. Mudah-mudahan, siapapun yang terpilih nanti bisa membawa PT KITB lebih baik lagi,” kata Afrizal.
Pansel sebelumnya, telah melakukan perpanjangan waktu pendaftaran dari 18 Februari hingga 24 Februari.***(Adji)