Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Lebih Banyak Mudhorot, Warga Sungai Kalau, Kampar Tuntut Izin PT KKU Dicabut

Riauterkini - KAMPAR – Alih-alih mendapatkan solusi, masyarakat Sungai Jalau justru harus menelan pil pahit saat menggelar aksi protes di wilayah kerja PT KKU pada Jumat (27/2/2026). Niat warga untuk berdialog secara sehat justru dibalas dengan sikap arogan pihak manajemen perusahaan yang memicu ketegangan di lapangan.

Kekecewaan warga memuncak setelah perusahaan bersikeras merasa telah bekerja sesuai prosedur, meski realita di lapangan menunjukkan sebaliknya. Isu paling krusial yang mencuat adalah dugaan penyerobotan lahan secara sepihak yang melanggar kesepakatan awal dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.

Ekosistem Hancur, Warga Menjerit Operasional PT KKU yang berlangsung 24 jam nonstop dinilai telah membawa petaka bagi lingkungan sekitar. Berdasarkan pantauan di lokasi aksi, terdapat empat poin kritis yang menjadi sorotan tajam warga:

1.Krisis Air Massal: Sawah warga mengalami kekeringan total dan gagal panen akibat pemutusan aliran sungai demi kepentingan pembuangan limbah. Tak hanya itu, sumur-sumur warga pun mulai mengering.

2. Sungai Beracun: Limbah tambang mengakibatkan air sungai keruh pekat. Hilangnya ekosistem ikan dan tidak bisa digunakannya air sungai untuk MCK.

3. Teror Jalan Rusak: Armada Over Dimension Over Load (ODOL) milik perusahaan menghancurkan infrastruktur desa, meninggalkan jalan berlubang dan polusi debu yang mengancam kesehatan pernapasan.

4. Lubang Maut: Bekas galian yang ditinggalkan tanpa reklamasi kini menjelma menjadi danau-danau dalam yang mengancam nyawa, ditambah adanya titik-titik longsor di perbatasan galian.

Desakan Cabut Izin: "Perusahaan Lebih Banyak Mudarat"

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan, warga secara tegas mendesak pemerintah untuk segera mencabut izin operasional PT KKU. Kehadiran perusahaan ini dianggap tidak memberikan manfaat nyata bagi ekonomi warga, melainkan justru menghancurkan ruang hidup mereka.

"Kami tidak butuh janji manis, kami butuh lingkungan kami kembali. Jika pemerintah diam melihat arogansi ini, maka pemerintah turut mengamini penderitaan kami," ujar salah satu koordinator aksi di tengah massa.

Warga berharap pemerintah pusat maupun daerah tidak menutup mata dan segera mengambil langkah drastis untuk menjamin keselamatan rakyat serta memulihkan ekosistem Sungai Jalau yang kian sekarat.(rls/dan)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Rabu, 11 Pebruari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

PHR konsisten memulihkan fungsi tanah di Riau. Dalam rangka menumbuhkan kembali kehidupan.

Galeri
Rabu, 11 Pebruari 2026

Polisi Periksa 33 Saksi Kasus Pembunuhan Gajah di Ukui, Pelalawan

Pembunuhan gajah dan dugaan pencurian gadingnya diselidiki Polda Riau. 33 saksi telah diperiksa.

Advertorial
Selasa, 03 Pebruari 2026

Sinergi Bagi Negeri, Capella Group Kembali Gelar Donor Darah

Kepedulian dalam Sinergi Bagi Negeri kembali digelar. Berupa bakti sosial donor darah Capella Group.

Advertorial
Kamis, 22 Januari 2026

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat dan Potensi Lokal di Pelalawan

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Potensi Lokal di Kabupaten Pelalawan.

Galeri
Jumat, 28 Nopember 2025

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Advertorial
Senin, 19 Januari 2026

Touring Bersama New PCX 160, Betah dan Nyaman Tanpa Khawatir Merasa Lelah

Komunitas New PCX 160 Pekanbaru gelar touring bersama. Perjalanan panjang menjadi nyaman dan tanpa kelelahan.

Berita Lainnya

Sabtu, 28 Pebruari 2026

Polda Riau Berikan Pendampingan Trauma Healing kepada Korban Penganiayaan Mahasiswa UIN Suska


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi Gelar Patroli Subuh di Ukui


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Pemkab Kuansing Audiensi dengan DPRD Riau


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Anggota DPRD Pelalawan Ditahan Polisi


Sabtu, 28 Pebruari 2026

PKB Tunggal PTPN IV PalmCo Tonggak Baru Harmonisasi Industrial dan Keberlanjutan Perusahaan


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Pastikan Ramadhan Aman, Kapolres Rokan Hilir Gelar SOTR Bersama Jajaran


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Agrinas Bakal Beri Pemprov Riau Bagian Kelola Kebun Sawit Sitaan Satgas PKH


Sabtu, 28 Pebruari 2026

Polsek Tanah Putih Sosialisasikan Penerimaan SIPSS dan Anggota Polri T.A. 2026 di SMAN 4 Tanah Putih


Jumat, 27 Pebruari 2026

Ingatkan Pengusaha Sawit, Bupati Siak Minta Kuota 90 Persen Pekerja Lokal


Jumat, 27 Pebruari 2026

Gelar Dialog Publik, Pemuda Muhammadiyah Pekanbaru Soroti Setahun Kepemimpinan AMAN


Jumat, 27 Pebruari 2026

Di Bulan Penuh Berkah, Polres Rokan Hilir Bagikan Takjil untuk Anak Yatim


Jumat, 27 Pebruari 2026

Polres Dumai Beri Kuliah Umum di ITB Riau Pesisir, Tekankan Anti Intoleransi hingga Anti Korupsi


Jumat, 27 Pebruari 2026

Bahas Isu Perempuan dan Anak, DPPPA Bengkalis Gelar Forum PD Ranwal Renja 2027


Jumat, 27 Pebruari 2026

Terlibat Narkoba, Oknum ASN Disnaker Pemkab Inhu Ditangkap Polisi


Jumat, 27 Pebruari 2026

Pencuri Buah Kelapa Sawit di Pangkalan Lesung, Pelalawan Ditangkap Polisi


Jumat, 27 Pebruari 2026

Jumat Curhat di Ukui, Polisi Imbau Warga Peduli Lingkungan dan Keamanan


Jumat, 27 Pebruari 2026

Bupati KuansingMinta PPPNs Jalin Kerja Sama dengan Penyidik Pembina dari Kepolisian


Jumat, 27 Pebruari 2026

Kapolres Rokan Hilir Pimpin Penyaluran Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Simpang Kanan


Jumat, 27 Pebruari 2026

Pertamina Drilling Raih Penghargaan Subholding Upstream


Jumat, 27 Pebruari 2026

Jatuh dari Fly Over Arengka, Seorang Pengendara Motor Tewas