
Riauterkini-PEKANBARU – Tepat pada tanggal 1 April 2026, PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) merayakan hari jadinya yang ke-60. Momentum enam dekade ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi perjalanan panjang sebuah lembaga keuangan daerah yang telah bertransformasi menjadi pilar utama ekonomi syariah di Bumi Lancang Kuning dan Kepulauan Riau. Mengusung semangat "Menjemput Berkah," perayaan tahun ini menandai kematangan BRK Syariah dalam melayani masyarakat.
Upacara peringatan yang digelar di Kantor Pusat Menara Dang Merdu, Pekanbaru, berlangsung khidmat dengan balutan busana Melayu lengkap. Identitas kedaerahan yang kental ini menegaskan bahwa BRK Syariah bukan sekadar institusi bisnis, melainkan penjaga marwah ekonomi lokal. Semangat keberlanjutan dan kepedulian lingkungan menjadi warna utama dalam peringatan tahun ini, yang mengajak seluruh pihak untuk bersinergi demi kemaslahatan bersama.
Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi tinggi atas capaian BRK Syariah selama 60 tahun terakhir. Plt Gubernur Riau dalam sambutannya menekankan bahwa bank daerah ini telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa, terutama pasca-konversi penuh ke sistem syariah. Langkah strategis tersebut dinilai berhasil membawa BRK Syariah menjadi lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan spiritual sekaligus finansial nasabahnya.
Secara kinerja, BRK Syariah terus menunjukkan grafik yang positif meski di tengah dinamika ekonomi global. Berdasarkan data akhir tahun buku 2025, dana tabungan masyarakat tercatat tumbuh sebesar 7 persen, meningkat dari Rp8,11 triliun menjadi Rp8,68 triliun. Angka ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana yang aman, profesional, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Tidak hanya di daratan, jangkauan layanan BRK Syariah juga terus meluas hingga ke pelosok Kepulauan Riau. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) menunjukkan komitmen bank dalam modernisasi layanan. Melalui peta jalan digitalisasi 2026–2030, BRK Syariah berupaya memastikan transaksi pemerintah daerah berjalan lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Di sektor UMKM, peran BRK Syariah sangatlah krusial sebagai motor penggerak ekonomi umat. Dukungan nyata diberikan melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk peralatan usaha bagi para pelaku UMKM. Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menyebut bank ini sebagai mitra strategis yang membawa keadilan ekonomi melalui solusi keuangan syariah yang meringankan beban masyarakat kecil.
Prestasi BRK Syariah juga diakui di level nasional melalui berbagai penghargaan bergengsi. Salah satunya adalah penghargaan sebagai "Bank Daerah Syariah Terbaik Indonesia" dari Warta Ekonomi. Penghargaan ini diraih berkat kontribusi signifikan bank dalam pembangunan ekonomi lokal melalui inovasi produk yang selaras dengan program pemulihan ekonomi nasional dan pengembangan ekosistem halal.
Transformasi digital menjadi kunci bagi BRK Syariah untuk tetap relevan di usia yang ke-60. Pengembangan aplikasi perbankan mobile dan layanan digital lainnya terus ditingkatkan untuk mempermudah nasabah bertransaksi tanpa harus datang ke kantor cabang. Langkah ini sejalan dengan tuntutan zaman yang menginginkan layanan cepat, tepat, dan aman dalam genggaman tangan.
Selain fokus pada bisnis, BRK Syariah tetap konsisten menjalankan fungsi sosialnya. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur publik, seperti taman kota dan fasilitas sosial lainnya di Pekanbaru, menjadi bukti bahwa keuntungan bank kembali dirasakan oleh masyarakat. Sinergi "Pentahelix" yang melibatkan pemerintah, perbankan, dan masyarakat terus diperkuat demi pembangunan yang inklusif.

Bagi jajaran manajemen dan seluruh karyawan (insan BRK Syariah), usia 60 tahun adalah tantangan untuk memberikan pelayanan yang lebih prima. Budaya kerja yang profesional dengan nilai-nilai islami menjadi pondasi kuat dalam menghadapi persaingan perbankan yang semakin ketat. Dedikasi para pegawai di seluruh jaringan kantor Riau dan Kepri menjadi ujung tombak keberhasilan bank ini.
Harapan besar disematkan agar BRK Syariah terus menjadi "tuan rumah di negeri sendiri." Dengan dukungan penuh dari para pemegang saham dan loyalitas nasabah, bank ini optimis mampu meningkatkan rasio profitabilitas dan aset di tahun-tahun mendatang. Penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) tetap menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas jangka panjang.
Menutup rangkaian peringatan ulang tahun ini, BRK Syariah berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Dengan semangat "Menjemput Berkah dalam Setiap Langkah," enam dekade pengabdian ini diharapkan menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi, membawa kemakmuran bagi Riau dan Kepulauan Riau, serta menjadi inspirasi bagi perbankan syariah di seluruh Indonesia.***(adv/red)