Riauterkini - PEKANBARU - PT Pertamina (Persero) melalui unit operasi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) menggelar pasar murah bagi 1.000 masyarakat prasejahtera di Kota Dumai, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasi Perusahaan. Berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAMR) Kota Dumai, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Adat LAMR Dumai, Rabu (29/4/26).
Pasar murah ini menjadi wujud nyata kepedulian Pertamina serta upaya meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok saat ini. Dalam program pasar murah di Dumai, Pertamina menyediakan 1000 paket sembako dari total sekitar 16.000 paket yang didistribusikan di berbagai wilayah operasi Pertamina Group di seluruh Indonesia.
General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Iwan Kurniawan mengatakan program Pasar Murah ini merupakan program yang digagas oleh Pertamina sebagai bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)/CSR di seluruh wilayah operasi Perusahaan.
“Melalui program ini, Pertamina berupaya menjamin pemerataan distribusi bantuan di wilayah ring 1 operasional dan kota Dumai pada umumnya, sekaligus mendorong kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, penerima manfaat 1000 paket sembako pasar murah ini telah melalui proses pendataan dan verifikasi bersama pemerintah setempat, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Penetapan penerima manfaat mengacu pada data masing-masing kelurahan, dengan sasaran masyarakat kategori Desil 1–4 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yaitu kelompok rumah tangga miskin hingga rentan miskin yang menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial.
Melalui kolaborasi yang solid dengan LAMR Kota Dumai, pelaksanaan program ini dijalankan secara terstruktur dan tertib melalui sistem kupon serta pengaturan waktu pengambilan guna memastikan kenyamanan masyarakat dan menghindari penumpukan di lokasi kegiatan.
Dalam program ini, para penerima manfaat dapat menebus paket sembako senilai Rp215.000 hanya dengan Rp30.000, atau sekitar 15 persen dari harga normal. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 2 kilogram, dan tepung terigu 2 kilogram.
Hasil penjualan program pasar murah ini akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk bantuan CSR untuk warga ring I Perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini disambut antusias oleh masyarakat, dari Kelurahan Tanjung Palas, Jaya Mukti, Teluk Binjai, Buluh Kasap, Bukit Datuk dan wilayah sekitarnya. Salah satu penerima manfaat, Hasna dari Kelurahan Tanjung Palas mengungkapkan bahwa Program Pasar Murah Pertamina ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau.
“Terimakasih Pertamina telah memberi bantuan dan menghadirkan program pasar murah ini, khususnya untuk masyarakat Tanjung Palas,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Dumai yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, S.STP, M.Si, Ketua Umum LAMR Kota Dumai beserta jajaran, unsur Forkopimda Kota Dumai, Ketua DPH LAMR Dumai Datuk Seri Drs. H. Zamhur Egab, M.M, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah terkait, jajaran MKA dan DPA LAMR Dumai.
Wali Kota Dumai yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal , memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Ia menilai program ini adalah solusi konkret di saat harga kebutuhan pokok fluktuatif. Ia juga menyoroti kontribusi Pertamina di Kota Dumai sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar yang turut mendukung pembangunan daerah.
Area Manager Communication, Relation, & CSR RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum menyatakan melalui program pasar murah ini Pertamina berupaya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok. “Ini telah menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina dalam menghadirkan manfaat sosial untuk masyarakat. Program ini juga menjadi upaya Perusahaan untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi keluarga prasejahtera. ***(rls/mok)