Riauterkini-PEKANBARU – Sosok Calon Rektor Universitas Riau (Unri), Prof. Dr. Elfizar, S.Si., M.Kom., kini tengah menjadi sorotan hangat bagi publik dan civitas akademika. Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang dikenal merakyat tersebut, secara tegas menyatakan fokusnya untuk membawa Universitas Riau bertransformasi menjadi kampus berkelas dunia.
Sebagai figur yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unri, Prof. Elfizar berkomitmen penuh untuk membangkitkan kembali kejayaan Unri di panggung internasional.
"Menjadikan Universitas Riau kelas dunia adalah visi besar kami," ujar Prof. Elfizar dengan nada optimis, baru-baru ini.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, ia memetakan empat pilar utama penyokong kemajuan dan prestasi, yaitu: pertama; bidang kelembagaan, infrastruktur, dan IT, kedua; bidang akademik; ketiga bidang SDM dan keempat bidang kerja sama.
Melalui strategi ini, Unri ke depan diharapkan mampu mempertegas karakternya sebagai institusi pendidikan berstandar internasional, melahirkan SDM bereputasi global, mengembangkan infrastruktur dan IT terdepan, serta memperluas jejaring internasional. Salah satu langkah konkretnya adalah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika melalui program pertukaran pelajar, mendatangkan mahasiswa asing, serta memberikan kesempatan bagi dosen Unri untuk mengajar di kampus mitra luar negeri.
Bagi pria kelahiran Teluk Latak, Bengkalis, 27 Maret 1974 ini, langkahnya maju dalam pemilihan rektor merupakan sebuah panggilan moral.
“Saya lahir dan dibesarkan oleh Unri, maka sudah menjadi tanggung jawab moral saya untuk ikut mengembalikan kejayaan Unri agar kembali menjadi universitas terbaik dan mendunia,” tegasnya.
Gagasan "Unri Berkbar"
Dalam pencalonannya, ahli informatika Riau ini mengusung tagline "UNRI BERKIBAR", sebuah akronim dari Bermutu, Kolaboratif, Indah, dan Terbaharukan. Melalui visi ini, ia menawarkan gagasan pembenahan yang bertumpu pada tata kelola modern, pelayanan profesional, dan penguatan jejaring strategis.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut untuk adaptif dan kompetitif dalam hal manajemen, bukan lagi sekadar urusan akademik.
“Kampus harus dikelola dengan tata kelola yang sehat dan modern. Pelayanan kepada dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan harus profesional, cepat, dan berbasis teknologi. Kampus tidak boleh berjalan dengan pola lama di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat,” jelasnya.
Jika diamanahkan menjadi rektor, Prof. Elfizar juga akan memprioritaskan pembangunan hubungan strategis lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia industri, hingga sektor swasta demi mendukung riset, inovasi, dan pembiayaan program kampus.
Tak hanya itu, potensi besar alumni Unri yang tersebar di sektor pemerintahan, industri, dan dunia usaha juga akan dirangkul secara optimal untuk memperkuat kemajuan universitas.
Sebagai putra daerah sekaligus alumni, Prof. Elfizar juga membawa misi sosial agar Unri tetap dekat dengan masyarakat desa dan wilayah terpencil di Riau. Ia ingin Unri menjadi motor pembangunan yang mencetak SDM unggul dari daerah sendiri.
“Anak-anak desa di Riau harus punya kesempatan besar untuk kuliah dan berkembang di kampus terbaik daerahnya sendiri,” pungkasnya.***(red)