Riauterkini-TANAH PUTIH-Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, DLHK, Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat kepenghuluan, dan unsur terkait lainnya melaksanakan kegiatan pemadaman serta pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning di wilayah hukum Polsek Tanah Putih, Selasa (2/6/2026).
Kapolsek Tanah Putih, Kompol Y. Yudi Indranaldi, mengatakan bahwa kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB di Dusun Sejati, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan pada titik koordinat 1.57613, 101.200369999999, tim menemukan adanya titik api di lahan gambut kering yang ditumbuhi tanaman kelapa sawit dan semak belukar. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.
“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, tim menemukan titik api pada lahan gambut yang cukup kering. Selanjutnya dilakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif guna mencegah api meluas maupun muncul kembali di area yang telah terbakar,” ujar Kompol Y. Yudi Indranaldi.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar 30 kilometer dari Mapolsek Tanah Putih dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam melalui jalur darat. Dalam penanganan kebakaran tersebut, tim gabungan menerjunkan sebanyak 40 personel lebih dari berbagai instansi.
Kekuatan personel yang terlibat terdiri dari 10 personel Polres Rokan Hilir, 8 personel Polsek Tanah Putih, masing-masing 2 personel dari Polsek Bangko Pusako, Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan, dan Polsek Rimba Melintang, 8 personel TNI, 2 perangkat kepenghuluan, 3 anggota MPA, 8 personel DLHK Daops Dumai, serta 5 personel BPBD Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam operasi pemadaman, tim didukung sarana dan prasarana berupa 5 unit kendaraan roda empat, 10 unit kendaraan roda dua, 10 unit mesin pemadam, 10 selang hisap, 30 selang buang, serta 10 nozel.
Adapun upaya yang dilakukan di lapangan meliputi verifikasi titik hotspot, pemadaman api, pendinginan area yang telah terbakar, serta penyiraman pada lahan yang masih mengeluarkan asap guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Meski demikian, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi jalan menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan, keterbatasan sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran, serta kepulan asap tebal yang menyelimuti area lahan terbakar.
Kapolsek Tanah Putih menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh unsur terkait akan terus meningkatkan patroli dan respons cepat terhadap setiap titik hotspot yang terdeteksi guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
“Sinergitas seluruh pihak sangat penting dalam penanganan karhutla. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya,” tegas Kapolsek.
Kegiatan pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga kondisi api berhasil dikendalikan dan situasi di lokasi terpantau aman serta terkendali.***(Bud)