Riauterkini - PEKANBARU - Capaian imunisasi di Provinsi Riau terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Berdasarkan Dashboard Imunisasi Nasional per 26 Juni 2026, terus mengalami peningkatan untuk Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).
Berdasarkan Dashboard Imunisasi Nasional tersebut, Provinsi Riau berada pada peringkat 8 Nasional maupun Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) pada peringkat 12 Nasional serta TT 2+ pada ibu hamil berada peringkat 3 besar nasional. Sehingga posisi Riau dalam peringkat nasional semakin membaik.
Atas capaian tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto pun memberikan apresiasi. Ia pun berharap, melalui sinergitas semua pihak peringkat Riau tren positif capaian imunisasi di tingkat nasional terus meningkat.
"Kami mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang tetap aktif melakukan pelayanan imunisasi di puskesmas, posyandu, rumah sakit, serta melalui kegiatan jemput bola di lapangan serta disiplin melakukan pencatatan dan pelaporan secara realtime setelah pelayanan diberikan. Upaya ini akan terus diperkuat agar setiap bayi dan baduta (bawah dua tahun) di Provinsi Riau memperoleh haknya untuk mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal," kata Plt Gubri, Jumat (3/7/26).
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Zulkifli, menyatakan, tren positif capaian imunisasi tersebut sebagai bentuk investasi kesehatan bagi Riau ke depan.
"Atas dukungan dan arahan pak Plt Gubernur, kita akan terus berupaya. Capaian tren positif capaian imunisasi tersebut adalah bentuk investasi pembangunan Riau dari aspek kesehatan," sebut Zulkifli.
Lanjutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Mulai dari tenaga kesehatan pemerintah Provinsi Riau pemerintah kabupaten dan kota, keluruhan desa. Unsur lainya juga mendukung atas capaian tersebut seperti kader PKK, Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama serta lintas sektor terkait hingga dukungan masyarakat yang semakin memahami pentingnya imunisasi sebagai investasi kesehatan anak.
Pada kesempatan ini, Kadiskes Riau juga mengajak seluruh orang tua untuk tidak ragu membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan atau Posyandu terdekat apabila ada imunisasi yang belum lengkap.
Imunisasi merupakan cara yang aman, efektif, dan terbukti mampu mencegah berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti campak, difteri, pertusis, tetanus, polio, hepatitis B, dan lainnya.
Menurut Zulkifli lagi, anak yang tidak mendapatkan imunisasi berisiko lebih tinggi terkena penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kecacatan permanen, komplikasi berat, bahkan kematian. Selain membahayakan diri sendiri, anak yang tidak diimunisasi juga dapat menjadi sumber penularan sehingga meningkatkan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
"Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk sehingga seluruh anak di Provinsi Riau terlindungi dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Sekali lagi kami mengajak ayo kengkapi imunisasi anak tepat waktu. Dengan imunisasi lengkap, anak sehat, Riau pun hebat," ujar Zulkifli. ***(mok)