Riauterkini-JAKARTA– Museum bukan sekadar tempat menyimpan sejarah, tetapi juga ruang untuk belajar, berdialog, dan membangun keterlibatan publik. Menyadari semakin pentingnya peran museum dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, MUSEE ID, AMI DKI Jakarta dan para mitra museum, hari ini meluncurkan inisiatif Mainstreaming SDGs in Museums di Balai Kota Jakarta. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas museum dalam mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam pameran, program edukasi, dan kegiatan pelibatan publik.
Inisiatif ini akan mengeksplorasi bagaimana museum dapat mengomunikasikan berbagai tantangan global melalui kekayaan warisan budaya dan kearifan lokal Indonesia. Sepanjang rangkaian lokakarya, berbagai badan PBB akan berbagi pengalaman, keahlian, dan praktik baik dalam menerjemahkan SDGs menjadi aksi nyata di berbagai sektor.
Program ini merupakan kelanjutan dari pembentukan SDG Corner pertama di museum Indonesia, yang berada di Museum Bahari. Diluncurkan awal tahun ini melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PBB di Indonesia, SDG Corner telah menjadi model percontohan dalam mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan ke dalam ruang museum dan pendidikan publik. Melalui inisiatif ini, pendekatan tersebut diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak museum di Jakarta, bahkan di seluruh Indonesia.
“Sepuluh tahun setelah diadopsinya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, museum memiliki peran yang semakin penting—bukan hanya dalam melestarikan warisan bersama, tetapi juga membantu masyarakat memahami tantangan global saat ini, mendorong dialog, dan menginspirasi aksi bersama demi manusia dan bumi,” ujar Miklos Gaspar, Direktur United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta.
Ia menambahkan, “Museum-museum di Indonesia menyimpan kisah tentang ketangguhan, keberagaman, inovasi, dan hidup berdampingan secara damai. Dengan menghubungkan kisah-kisah tersebut dengan SDGs, museum dapat menjadikan pembangunan berkelanjutan lebih mudah dipahami, lebih relevan, dan lebih bermakna bagi masyarakat.”
Ketua AMIDA DKI Jakarta, Yiyok T. Herlambang, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menegaskan kembali komitmen Jakarta untuk memperkuat museum sebagai ruang pembelajaran publik.
“SDG Corner di Museum Bahari telah menunjukkan bahwa museum dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang pembangunan berkelanjutan dan peran mereka dalam mewujudkannya. Melalui inisiatif ini, kami berharap semakin banyak museum di Jakarta yang mengintegrasikan SDGs ke dalam program-programnya dan menjadi mitra aktif dalam membangun kota yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dampak dari inisiatif ini telah dirasakan langsung oleh Museum Bahari Jakarta.
“Melalui SDG Corner, kami melihat bagaimana isu-isu global dapat dikomunikasikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat. Kami berharap pengalaman Museum Bahari sebagai pelopor konsep SDG Corner dapat menjadi rujukan bagi museum-museum lain dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam pameran, program edukasi, dan pelibatan masyarakat,” kata Mis’ari, Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta.
Sementara itu, Ketua MUSEE ID, Noffa Farida Lestari, menegaskan kembali komitmen komunitas museum dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
“Dengan menghubungkan koleksi dan narasi museum dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, para pengunjung dapat melihat bahwa nilai-nilai seperti kepedulian terhadap lingkungan, kesetaraan, gotong royong, ketangguhan, dan hidup berdampingan secara damai telah lama menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Kami berharap kolaborasi antara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan MUSEE ID dapat menginspirasi lebih banyak museum di seluruh Indonesia untuk menjadikan SDGs sebagai bagian integral dari misi pendidikan dan pelayanan publik mereka,” ujarnya.
Program Mainstreaming SDGs in Museums berkontribusi pada kampanye global PBB “5 Years For”, yang menandai dimulainya lima tahun terakhir menuju pencapaian Agenda 2030. Kampanye ini bertujuan mendekatkan SDGs dengan kehidupan sehari-hari masyarakat melalui cerita dan aksi nyata yang berpusat pada manusia.
Rangkaian lokakarya ini menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat peran museum sebagai mitra dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.***(rls/yan)
teks foto: Yiyok T. Herlambang, Ketua AMIDA Jakarta Paramita Jaya; Nofa Farida Lestari, Direktur Eksekutif Musee ID & Board Director ICOM CECA; Siska Widyawati, Deputy Director United Nations Information Centre (UNIC) Indonesia, Mis'ari, M.Hum., Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Jakarta, dan perwakilan Museum Taman Mini Indonesia berfoto bersama pada pengesahan inisiatif "Kick Off Mainstreaming SDGs in Museum". (UNIC/Talitha Vanya)