Riauterkini - PEKANBARU - Kehadiran PT Arara Abadi-APP Group di wilayah konsesinya tak hanya berfokus pada pengelolaan hutan tanaman industri. Tetapi juga mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perusahaan pulp and paper ini sejak 2006, telah menjalankan Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA), salah satu upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini mengajak warga mengelola lahan secara produktif tanpa membakar, sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.
Salah satu kisah sukses lahir dari Alex Sapirman (57), warga Desa Pinang Sebatang Timur yang tinggal di sekitar kawasan HTI PT Arara Abadi. Berawal sebagai petani sawit, Alex kini berhasil mengembangkan berbagai usaha mulai dari peternakan sapi dan kambing, produksi pupuk kompos, hingga budidaya perikanan.
Menurut Alex, perkembangan usahanya tidak lepas dari pendampingan yang diberikan PT Arara Abadi melalui Program DMPA.
Awalnya, usaha pupuk kompos yang dirintisnya sulit berkembang karena masyarakat masih meragukan kualitas produk tersebut. Namun setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari PT Arara Abadi bersama Bank Indonesia dan Kementerian Pertanian, kondisi berubah drastis.
Kini pupuk kompos produksi Kelompok Tani Mutiara Indah telah dipasarkan ke sejumlah kabupaten di Riau dan bahkan telah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI).Tidak berhenti di situ, pada 2019 Alex memanfaatkan lahan miliknya untuk membangun kolam ikan setelah usaha jagung yang dijalankannya kurang memberikan hasil maksimal.
Keputusan itu terbukti tepat. Produksi ikannya terus meningkat hingga pernah mencapai panen sekitar 10 ton. Sebagian hasil panen dipasarkan, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai kolam pemancingan yang turut menjadi sumber penghasilan baru.
Melihat perkembangan tersebut, PT Arara Abadi kembali memberikan dukungan melalui program budidaya ikan baung hasil kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Alex menerima bantuan 2.000 ekor benih ikan baung, pakan, serta pendampingan teknis sehingga mampu mengembangkan usaha perikanannya ke tahap yang lebih maju.
"Alhamdulillah, hasilnya sejauh ini sangat baik. Di usia tiga bulan ukurannya sudah mencapai 10 ekor per kilogram. Kita targetkan saat panen nanti bisa mencapai 5 ekor per kilogram," kata Alex.
Baginya, kemitraan bersama PT Arara Abadi bukan hanya meningkatkan pendapatan keluarganya. Tetapi juga membuka lapangan usaha bagi masyarakat sekitar.
Di sisi lain, keberhasilan ekonomi masyarakat juga berdampak terhadap upaya pelestarian lingkungan. Sebagai mitra Program DMPA, Alex bersama warga turut aktif membantu perusahaan melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
"Kalau ada titik api atau lahan yang terbakar, kami langsung melaporkan kepada perusahaan. Kalau kebakarannya kecil, kami juga ikut membantu memadamkannya," ujarnya.
Sementara itu, Social Corporate Engagement (SCE) Head PT Arara Abadi, Deny Widjaya, mengatakan budidaya ikan baung yang dikembangkan Alex merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan bersama BRIN.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan sentra-sentra baru penyedia bibit ikan baung berkualitas di Riau.
"Kami berharap akan lahir daerah-daerah baru sebagai penyedia bibit ikan baung berkualitas, tidak hanya terpusat di Lipat Kain. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkaya pengetahuan para pembudidaya ikan," ujar Deny.
Melalui Program Desa Makmur Peduli Alam, PT Arara Abadi menunjukkan bahwa pencegahan karhutla dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan pemberdayaan ekonomi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. ***(mok)