Riauterkini - PEKANBARU - Tragedi meninggalnya seorang bocah sekolah dasar akibat terjebak di ruas jalan rusak Sontang - Kasang Padang menjadi keprihatinan mendalam para ninik mamak dan datuk adat di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Merespons kondisi jalan yang telah lama rusak parah dan belum mendapatkan penanganan permanen, para pemangku adat sepakat membentuk Forum Jalan Rusak Ninik Mamak dan Datuk Adat Kecamatan Bonai Darussalam sebagai wadah untuk menggalang kekuatan masyarakat, pemerintah, serta kalangan dunia usaha guna mempercepat perbaikan jalan.
Keputusan tersebut dihasilkan dalam musyawarah yang digelar di Masjid Raya Al-Husna, Desa Kasang Mungkal pada Kamis (30/7/26). Datuk Ulamano H Abdul Gani Roy, mengatakan kondisi ruas jalan yang menghubungkan Sontang hingga Kasang Padang sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan langkah nyata.
"Kami para ninik mamak dan datuk adat berinisiatif melakukan perbaikan ruas jalan yang rusak ini dengan menggandeng seluruh lapisan pengusaha. Kami ingin membangun kerja sama agar perbaikan dapat segera dilakukan melalui semangat gotong royong," kata Datuk Ulamano H Abdul Gani Roy, Sabtu (1/8/26).
Menurutnya, forum yang dibentuk bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan menjadi wadah yang menghimpun kepedulian seluruh pihak agar persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera diatasi.
Dalam musyawarah tersebut juga ditetapkan struktur kepengurusan forum dengan Jondrizal (Datuk Majo Pati Desa Bonai) sebagai Ketua, Rizuan sebagai Sekretaris, Wahyu Nengsih, SE sebagai Bendahara, serta didukung jajaran pengurus dan anggota lainnya. Sementara Abd. Gani Roy bersama Datuk Majo Ganti dan Datuk Anwar dipercaya menjadi Dewan Penasihat.
Forum juga menyepakati untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah, perusahaan swasta, hingga pelaku usaha yang beroperasi di Bonai Darussalam.
Melalui keputusan rapat, forum mengajukan permohonan kepada perusahaan besar maupun kecil serta para pengusaha agar turut memberikan dukungan berupa material dan peralatan yang dibutuhkan dalam perbaikan jalan.
Bantuan yang diharapkan antara lain berupa tanah timbun, batu pecah, batu kerikil, material base, gorong-gorong, jasa konsultan, hingga alat berat seperti ekskavator dan grader.
"Kami mengajak seluruh perusahaan dan pelaku usaha yang beraktivitas di Bonai Darussalam untuk bersama-sama membantu masyarakat. Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama warga. Jika semua bergotong royong, kami optimistis perbaikan dapat segera terlaksana," ungkap Datuk Ulamano.
Pembentukan forum tersebut tidak terlepas dari duka yang menyelimuti masyarakat Bonai Darussalam setelah terjadinya peristiwa tragis pada Kamis (30/7/26) lalu.
Saat itu, sebuah mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Ikbal Hafiz (29) bersama keponakannya, Naufal Arrafi (9), terjebak cukup lama di ruas Jalan Provinsi Sontang–Duri yang rusak dan tergenang air.
Keduanya ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kendaraan.
Setelah dievakuasi ke Puskesmas Bonai Darussalam, Ikbal berhasil diselamatkan. Namun Naufal meninggal dunia ketika dirujuk menuju RSUD Rokan Hulu.
Peristiwa tersebut memicu keprihatinan luas dan menjadi dorongan kuat bagi para tokoh adat untuk mengambil langkah nyata demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Forum berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dapat menjadi solusi percepatan penanganan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan utama warga Bonai Darussalam. ***(mok)