Riauterkini - TELUKKUANTAN - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi TNI bersama pemerintah daerah, Polri, dan aparat kewilayahan.
Tim Gabungan TNI Penyuluh Karhutla yang saat ini melaksanakan tugas di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, terdiri tujuh Perwira Menengah (Pamen) TNI mereka dipimpin Kolonel Kes. Endro Utomo, bersama Kolonel Inf. Nur Ahmad, Letkol Laut Sigit W., Letkol Marinir Jon Gustaf, Mayor Inf. Darul Amin, Mayor Arm. Sulkan, dan Mayor Arh. Agus N.
Selama kurang lebih satu bulan ke depan, Tim akan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, kesadaran, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan serta penanganan awal apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sejak tiba di Kabupaten Kuansing pada 27 Agustus 2026, Tim langsung melaksanakan koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuansing. Kedatangan tim disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing, Drs. Muradi; Kepala BPBD Kabupaten Kuansing, H. Yulizar; Kepala Dinas Perkebunan, Andri Yama; serta Perwira Penghubung Kodim 0302/Inhu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan dan koordinasi bersama para Danramil guna memetakan wilayah yang menjadi prioritas, sekaligus menyusun rencana lokasi dan jadwal pelaksanaan penyuluhan.
Pada 28 Agustus 2026, tim melanjutkan koordinasi dengan jajaran Polres Kuansing. Dalam kesempatan tersebut, tim diterima langsung oleh Kapolres Kuansing beserta jajaran Kapolsek. Koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan langkah, jadwal, dan lokasi kegiatan penyuluhan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif serta menjangkau masyarakat di wilayah yang dinilai rawan Karhutla.
Tidak hanya melakukan koordinasi di tingkat pemerintahan dan aparat keamanan, tim juga turun langsung ke lapangan. Pada 29 Agustus 2026, tim melaksanakan peninjauan terhadap sejumlah lokasi bekas kebakaran sekaligus wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan Karhutla.
Dua lokasi yang menjadi sasaran peninjauan adalah lahan di Desa Titian Modang Kopah dan Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi medan dan karakteristik wilayah yang nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan metode serta sasaran penyuluhan kepada masyarakat.
Memasuki 30 Agustus 2026, tim dijadwalkan kembali melaksanakan peninjauan medan sekaligus bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat di sekitar desa-desa yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
Pendekatan kepada tokoh masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama serta memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan Karhutla.
Sementara itu, pelaksanaan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat direncanakan mulai 31 Agustus 2026 di wilayah Koramil 08/KM, dan selanjutnya dilaksanakan secara bertahap di wilayah-wilayah lainnya sesuai hasil pemetaan serta koordinasi dengan aparat kewilayahan.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Gabungan TNI tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak Karhutla, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian serta kesiapsiagaan masyarakat agar mampu melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
"Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Kepedulian masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah Karhutla," ujar Endro Utomo.
Kehadiran Tim Gabungan TNI di Kabupaten Kuansing diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dengan sinergi dan kepedulian bersama, upaya pencegahan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal, khususnya di wilayah-wilayah Kabupaten Kuantan Singingi yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.***(Jok)