Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
PalmCo Pimpin Kinerja PTPN Group 2025, Bertumpu pada Integritas dan Disiplin Operasional

Riauterkini - PEKANBARU - Transformasi yang dijalankan PTPN Group menuju perusahaan agribisnis berbasis teknologi dan digitalisasi mulai menunjukkan hasil konkret. Sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo, sabagai salah satu sub holding PTPN III (Persero) tampil sebagai entitas dengan pertumbuhan tercepat sekaligus mencatatkan kinerja terbaik di antara seluruh anak usaha PTPN Group.

Capaian tersebut mengemuka dalam pemaparan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 Holding Perkebunan PTPN III (Persero) di bawah naungan Danantara Indonesia. Dalam forum tersebut, Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna secara khusus menyoroti performa PalmCo dan meminta Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa memaparkan faktor kunci di balik akselerasi kinerja perusahaan.

Menurut Jatmiko, lonjakan kinerja PalmCo tidak lahir dari strategi yang rumit, melainkan dari penguatan prinsip-prinsip dasar yang dijalankan secara konsisten di seluruh lini organisasi.

“Kuncinya justru kembali ke hal-hal fundamental. Sejak awal saya hanya menekankan tiga prinsip sederhana kepada seluruh jajaran,” ujar Jatmiko.

Tiga prinsip tersebut adalah menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, kepatuhan penuh terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta menempatkan prestasi sebagai substansi utama di atas prestise.

Jatmiko menuturkan, fokus awal kepemimpinannya adalah membangun kultur keterbukaan dan komunikasi yang jujur, terutama di tingkat operasional. Dalam bisnis perkebunan yang padat karya, kualitas data lapangan menjadi fondasi utama bagi pengambilan keputusan manajerial.

“Kita harus berpijak pada data yang riil. Saya minta kondisi di lapangan dilaporkan apa adanya. Dari situ kita bisa merumuskan solusi yang tepat sasaran,” katanya.

Ia menegaskan, tantangan industri perkebunan bukan sekadar menghasilkan angka produksi yang tinggi, melainkan memastikan setiap capaian benar-benar memberi nilai tambah bagi perusahaan. Orientasi PalmCo pun digeser ke arah profitabilitas yang berkelanjutan.

“Kita tidak lagi mengejar tampilan yang bagus secara administrasi, tetapi kesehatan dan keuntungan perusahaan secara nyata,” ujarnya.

Penerapan prinsip tersebut tercermin dalam disiplin operasional di kebun. Manajemen PalmCo menekankan penerapan _Best Management Practices_ secara konsisten, salah satunya melalui pengendalian ketat terhadap standar matang panen.

Perusahaan memastikan tandan buah segar dipanen pada tingkat kematangan optimal untuk memperoleh rendemen minyak sawit (CPO) yang maksimal. Pendekatan ini menandai pergeseran dari sekadar mengejar volume produksi menuju optimalisasi kualitas dan margin.

“Kita ingin setiap kilogram buah menghasilkan output CPO terbaik. Ini soal efisiensi dan daya saing,” kata Jatmiko.

Selain itu, disiplin anggaran diperketat dengan pendekatan cost effectiveness. Setiap pengeluaran diukur dampaknya terhadap laba per hektare, sehingga budaya efisiensi tertanam hingga ke level operasional.

*Organisasi Lincah dan Kolaboratif* Dalam struktur pascakonsolidasi PTPN Group, PalmCo juga menata ulang pola kerja organisasi. Sekat-sekat antarunit didorong untuk dihilangkan agar perusahaan bergerak lebih lincah dan solid.

“Kinerja individu penting, tetapi kolaborasi tim jauh lebih menentukan. Tidak ada ego sektoral. Semua unit harus bergerak sebagai satu kesatuan,” ujar Jatmiko.

Pendekatan ini dinilai krusial untuk menghadapi dinamika industri sawit global yang kian kompetitif dan menuntut kecepatan respons.

Meski mencatatkan kinerja terbaik pada 2025, Jatmiko menegaskan capaian tersebut bukanlah tujuan akhir.

“Prestasi itu pijakan, bukan garis akhir. Kalau kita bekerja dengan benar dan menghasilkan nilai, reputasi akan mengikuti,” katanya.

Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menilai strategi PalmCo sejalan dengan arah besar transformasi PTPN Group menuju *world-class smart agri company*. Transformasi ini bertumpu pada penguatan sumber daya manusia unggul atau EntrePlanters, produktivitas, efisiensi, serta kecepatan eksekusi.

“Produktivitas dan efisiensi adalah pilar utama. Namun, kecepatan pengambilan keputusan menjadi pembeda. Apa yang dilakukan PalmCo menunjukkan bahwa penguatan fundamental yang dibarengi kecepatan eksekusi dapat menghasilkan lompatan kinerja,” ujar Denaldy.

Kinerja PalmCo pada 2025 pun dipandang sebagai contoh bagaimana transformasi struktural dan kultural di tubuh PTPN Group mulai berbuah hasil nyata.***(Rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Rabu, 11 Pebruari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

PHR konsisten memulihkan fungsi tanah di Riau. Dalam rangka menumbuhkan kembali kehidupan.

Galeri
Rabu, 11 Pebruari 2026

Polisi Periksa 33 Saksi Kasus Pembunuhan Gajah di Ukui, Pelalawan

Pembunuhan gajah dan dugaan pencurian gadingnya diselidiki Polda Riau. 33 saksi telah diperiksa.

Advertorial
Selasa, 03 Pebruari 2026

Sinergi Bagi Negeri, Capella Group Kembali Gelar Donor Darah

Kepedulian dalam Sinergi Bagi Negeri kembali digelar. Berupa bakti sosial donor darah Capella Group.

Advertorial
Kamis, 22 Januari 2026

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat dan Potensi Lokal di Pelalawan

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Potensi Lokal di Kabupaten Pelalawan.

Galeri
Jumat, 28 Nopember 2025

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Advertorial
Senin, 19 Januari 2026

Touring Bersama New PCX 160, Betah dan Nyaman Tanpa Khawatir Merasa Lelah

Komunitas New PCX 160 Pekanbaru gelar touring bersama. Perjalanan panjang menjadi nyaman dan tanpa kelelahan.

Berita Lainnya

Selasa, 10 Pebruari 2026

Mendorong Aksi Iklim Inklusif Melalui Inisiatif Orang Muda di Indonesia


Selasa, 10 Pebruari 2026

Begini Wujud Nyata Green Policing 2026 di Ukui Pelalawan


Selasa, 10 Pebruari 2026

Ketua DPRD Kuansing Dukung TMMD di Kuantan Hilir Seberang


Selasa, 10 Pebruari 2026

Titip Pesan ke DPR-RI, Pemkab Siak Minta Menkeu Segera Transfer DBH Rp489,8 M


Selasa, 10 Pebruari 2026

Legislator Hendry Munief Usul Siak Jadi Kawasan Industri Hijau dan Masuk KSPN


Selasa, 10 Pebruari 2026

Tekan Angka Kecelakaan, Forum Keselamatan Lalu Lintas Inhil Tambal Jalan Berlubang di Kota Tembilahan


Selasa, 10 Pebruari 2026

Lagi, Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Perusak Otak di Mandau


Selasa, 10 Pebruari 2026

Bupati Kuansing Buka TMMD ke -127 di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang


Selasa, 10 Pebruari 2026

Kurir Sabu di Pulau Rupat Bengkalis Diamankan Polisi


Selasa, 10 Pebruari 2026

TPP Diminta Verifikasi Ulang Dukungan Ganda, KONI Pusat Tegaskan Surat Terakhir yang Sah


Selasa, 10 Pebruari 2026

Polres Bengkalis Gulung Pengedar Penyebab Gangguan Mental di Mandau


Selasa, 10 Pebruari 2026

Pemkab Siak Apresiasi PTPN IV PalmCo Rangkul Ratusan Santri Melalui Festival Hadroh


Selasa, 10 Pebruari 2026

Sambang Kelurahan, Polsek Tanah Putih Imbau Aktifkan Pos Siskamling


Senin, 09 Pebruari 2026

Debit Air Waduk Turun Drastis, Perumdam Terubuk Bengkalis Sudah Siapkan Ini


Senin, 09 Pebruari 2026

Janda Renta Korban Tol Pekanbaru - Rengat Kehilangan Rumah dan Tanah, Begini Ceritanya


Senin, 09 Pebruari 2026

Kesbangpol se Riau Petakan Rawan Konplik di Riau


Senin, 09 Pebruari 2026

Target Rampung 26 Hari, Kapolres Pelalawan Tinjau Pembangunan Jembatan Presisi di Kampung Melati


Senin, 09 Pebruari 2026

Manajemen PT. UKM Bantu Warga Koto Kari Biayai Operasi Penyakit Diabetes


Senin, 09 Pebruari 2026

Lahan Jagung Pipil di Air Hitam Dipantau Polri untuk Program Asta Cita


Senin, 09 Pebruari 2026

Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Hotspot Karhutla di Kuala Kampar Pelalawan