Riauterkini - PEKANBARU - Jagat maya sempat dihebohkan beredarnya video Ketua Pemuda Pekanbaru (PP) Pekanbaru, Iwan Pansa melabrak tokoh masyarakat Riau, Suparman di salah satu kedai kopi di Pekanbaru.
Video berdurasi 2 menit 28 detik itu mengundang berbagai spekulasi di masyarakat. Pasalnya, tanpa alasan jelas ketua organisasi masyarakat (ormas) itu marah-marah tidak jelas dengan Suparman yang juga mantan Ketua DPRD Riau dan Bupati Rokan Hulu itu.
Saat kejadian tersebut, tampak Suparman tengah berdiskusi dengan para tokoh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), yakni
Timbalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Datuk Tarlaili, Pengurus Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Taufiq Tambusai, Ketua DPH LAMR Rokan Hilir Datuk Seri Jufrizan.
Bahkan tokoh LAMR yakni Datuk Taufiq Tambusai sempat berdiri ingin mendinginkan suasana, namun upaya itu tak disambut baik Iwan P. Tokoh adat tersebut malah dibentak oleh Iwan P.
Pengurus Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Taufiq Tambusai mengatakan, jika sebelum kejadian itu ia duduk bersama Datuk Tralili dan Datuk Seri Jufrizan menunggu teman di kedai kopi. Namun tak berselang lama, keluar Suparman dari belakang ingin pulang.
"Karena melihat para tokoh duduk, Pak Suparman singgah menyapa para tokoh dan duduk bersama berdiskusi. Tiba-tiba saat kami ngobrol Iwan P datang dan langsung menunjuk Suparman sambil marah-marah dengan suara besar. Dia (Iwan P) ngomong apa tidak jelas. Kemudian saya berdiri dan bilang duduk lah dulu tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, malah saya dibentaknya dan berkata kasar," terang Datuk Tambusai menceritakan kejadian.
Bahkan, lanjut Datuk Tambusai, saat kejadian itu Suparman sempat mengajak Iwan P berdiskusi ke belakang. Namun buat baik itu tak mendapat respon baik Iwan P.
"Bahkan Iwan P sampat mengancam Suparman, namun Suparman tidak terpancing. Tak lama dia Iwan P pergi dan Surpaman pulang, kami pun melanjutkan diskusi dengan para datuk. Kita tak tau kenapa Iwan P tiba-tiba marah-marah di depan para tokoh," katanya.
Sementara itu, Timbalan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Datuk Tarlaili menyayangkan kejadian tersebut.
"Kita sayang menyayangkan saja seorang Ketua Ormas PP Pekanbaru tidak ada itikad baik. Kalau mau berunding dengan siapa pun di negeri ini harus hargai juga orang tua. Apalagi saat itu ada Ketua DPH LAMR Rohil, ada datuk dari MKA dan DPH LAMR," kesalnya.
"Bahkan ketika Datuk Taufiq Tambusai bertanya ada apa, yang ada beliau malah dibentak oleh Iwan P sambil mengeluarkan kata-kata kotor, dan Iwan P pun melanjutkan memaki-maki Suparman dengan kata-kata tak pantas diucapkan seorang ketua ormas.
Bahkan kejadian itu sudah ada yang memvideokan," tambah Datuk Tralili menjelaskan kejadian.
Datuk Tralili mengaku sangat terkejut dengan kejadian tersebut yang tidak tau menau kenapa Iwan P tiba-tiba marah-marah Suparman dihadapan para tokoh adat.
"Kalau seperti ini kesan kita Iwan P ini tidak tau adap dan tak tau sopan santun. Padahal kita di negeri Bumi Lancang Kuning ini sangat menjunjung itu. Kalau dia tau sopan santun dan adap tidak seperti itu, pasti diajak Suparman berunding baik-baik," ujarnya.
Karena itu, Datuk Tralili berharap pihak Kepolisian agar memproses aksi premanismen ini, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Bumi Lancang Kuning ke depannya.
"Kami sangat percaya dengan Polda Riau yang memiliki semboyan 'Melindungi Tauh, Menjaga Marwah'. Filosofi ini memiliki makna yang dalam, menekankan perlindungan kekayaan alam (tuah) dan harga diri masyarakat (marwah). Karena itu,
kami harap agar yang bersangkutan dapat ditahan, hapuskan permanisme di Riau. Dan LAMR juga akan memberikan sanksi adat," tagasnya. ***(mok)