Riauterkini - PEKANBARU - Memasuki usia ke-242 tahun, Kota Pekanbaru terus menunjukkan berbagai perubahan dan inovasi di berbagai sektor pembangunan. Dengan mengusung semangat "KolaborAksi", pemerintah kota berupaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen menuju kota yang lebih hijau diwujudkan melalui berbagai program lingkungan. Salah satunya Gerakan Green City yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non-ASN dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Program ini menjadi langkah nyata membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian kota.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mulai memperkenalkan operasional bus listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan. Kehadiran bus listrik tersebut menjadi bagian dari strategi mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung transformasi sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Perhatian terhadap dunia pendidikan juga terus diperkuat. Melalui program transportasi gratis bagi pelajar, pemerintah berupaya meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus membiasakan generasi muda menggunakan transportasi umum sejak dini.
Di sektor ekonomi kerakyatan, berbagai program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus digulirkan. Mulai dari subsidi bunga pinjaman, bantuan usaha hingga penciptaan wirausaha baru. Kebijakan tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Pekanbaru yang kini berada pada kisaran 3,1 persen.
Transformasi pelayanan publik juga menjadi bagian penting dari wajah baru Pekanbaru. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian masyarakat adalah kehadiran Mobil AMAN (Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman) milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Melalui layanan jemput bola tersebut, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil. Kehadiran Mobil AMAN membuat pelayanan publik semakin dekat dan mudah dijangkau hingga ke lingkungan masyarakat.
HUT Ke-242 Jadi Panggung KolaborAksi
Semangat kolaborasi yang diusung Pemerintah Kota Pekanbaru tahun ini tidak berhenti pada slogan semata. Sedikitnya 48 rangkaian kegiatan disiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi Pekanbaru ke-242, mulai dari pelayanan publik, kegiatan sosial, olahraga, budaya hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan warga turut diluncurkan. Di antaranya penghapusan denda pajak daerah hingga 31 Agustus 2026, pemasangan listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu, hingga program sunatan massal gratis bagi ribuan anak.
Tak hanya itu, masyarakat juga menikmati layanan Bus Trans Metro Pekanbaru gratis selama tiga hari serta fasilitas parkir gratis di sejumlah titik strategis kota.
Namun dari seluruh rangkaian kegiatan yang digelar, perhatian publik paling besar tertuju pada Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman.
Sejak pagi hari, ribuan warga memadati lokasi acara untuk menyaksikan sekaligus menikmati sajian kuliner khas Melayu tersebut. Antusiasme masyarakat bahkan disebut melampaui perkiraan panitia dan menjadi salah satu perayaan hari jadi kota yang paling ramai dalam beberapa tahun terakhir.
Festival tersebut bukan sekadar pesta kuliner. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa budaya Melayu tetap hidup dan mampu menjadi daya tarik tersendiri di tengah pesatnya perkembangan kota modern.
Keberhasilan festival semakin sempurna setelah Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menetapkan sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang sebagai rekor baru tingkat nasional.
Penghargaan tersebut menjadi kado istimewa bagi Kota Pekanbaru di usia ke-242 tahun. Sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas, da
[19.29, 23/6/2026] Dani rtc II: Penghargaan tersebut menjadi kado istimewa bagi Kota Pekanbaru di usia ke-242 tahun. Sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat mampu melahirkan karya besar yang mengangkat identitas daerah ke panggung nasional.
Di usia yang telah melampaui dua abad, Pekanbaru memang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Namun satu hal yang mulai terlihat jelas, semangat kolaborasi yang dibangun hari ini tidak lagi sekadar wacana. KolaborAksi perlahan menjelma menjadi gerakan nyata yang mengubah wajah kota dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat menuju Pekanbaru yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.***(adv)