Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Indonesia-FAO Siapkan Langkah Baru Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan



Riauterkini-JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) secara resmi meluncurkan Kerangka Kerja Program Negara ( Country Programming Framework /CPF) periode 2026–2030 pada hari Kamis (21/8). CPF merupakan rencana kerja sama lima tahun untuk membangun sistem pangan dan pertanian yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan inklusif di Indonesia.

CPF menjabarkan dukungan strategis FAO bagi Indonesia di berbagai bidang prioritas bersama untuk mewujudkan Empat yang Lebih Baik: produksi, gizi, lingkungan dan kehidupan yang lebih baik tanpa meninggalkan siapa pun, sejalan dengan target pembangunan nasional maupun global.

Selama lima tahun ke depan, kemitraan antara pemerintah Indonesia dan FAO akan berfokus pada tiga bidang utama, yakni transformasi sistem pangan dan pertanian yang berkelanjutan, inklusif, dan sensitif; konservasi keanekaragaman hayati serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan; dan sistem terintegrasi yang responsif terhadap risiko serta berbasis pendekatan One Health.

Meski Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam mengurangi kelaparan dan kerawanan pangan, negara ini masih menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan. Tantangan ini meliputi perubahan iklim hingga ketimpangan akses terhadap pangan sehat dan kemiskinan di kalangan petani Indonesia, yang didominasi oleh petani skala kecil.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo A. A. Teguh Sambodo menyatakan bahwa CPF selaras dengan komitmen Indonesia untuk membangun sistem pangan berbasis ekoregion yang berkelanjutan, sehat, dan tangguh, serta mengentaskan kemiskinan melalui penguatan ketahanan pangan dan gizi, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Pemerintah Indonesia tahun 2025-2029.

"Secara umum, CPF 2026-2030 mencakup dukungan FAO dalam seluruh aspek kunci untuk mentransformasi sistem pertanian-pangan kita, memajukan ketahanan iklim, serta adaptasi risiko yang akan memperkuat fondasi kita dalam jangka panjang," ujar Teguh saat peluncuran CPF pada hari Kamis (20/8) di Jakarta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi menyampaikan apresiasinya atas dukungan berkelanjutan FAO kepada Pemerintah Indonesia melalui bimbingan teknis, penguatan kapasitas, dukungan kebijakan, serta akses terhadap pengetahuan dan pengalaman internasional.

“Kami ingin hubungan Indonesia-FAO semakin berkembang menjadi kemitraan dua arah. Indonesia tidak hanya menerima pengetahuan dan dukungan teknis, tetapi juga dapat berbagi pengalaman, inovasi, dan pembelajaran melalui pertukaran pengetahuan serta Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular,” ujar Suwandi.

Selain selaras dengan RPJMN, rencana kerja sama ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Kerangka Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDCF) periode 2026-2030. Dokumen CPF disusun melalui konsultasi mendalam dengan Kementerian Pertanian, Bappenas, serta kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, dengan memanfaatkan pembelajaran dari pelaksanaan CPF sebelumnya.

"Oleh karena itu, CPF dirancang berdasarkan pendekatan komprehensif yang mengakui bahwa berbagai sektor—seperti pertanian, ketahanan pangan dan gizi, pengelolaan sumber daya alam, aksi iklim, perlindungan sosial, kesehatan, dan pembangunan ekonomi—saling terkait erat dan bukan merupakan entitas yang terpisah. Pandangan holistik ini sangat penting dalam mengatasi tantangan yang kompleks dan saling berkaitan," ujar Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal.



Seruan untuk tingkatkan investasi dalam transformasi sistem pangan-pertanian

Peluncuran CPF ini juga menandai seruan untuk meningkatkan investasi dalam mengubah cara kerja sistem pangan-pertanian saat ini. Sistem pangan-pertanian saat ini menimbulkan biaya tersembunyi yang amat besar terhadap kesehatan, lingkungan, dan masyarakat, baik secara global maupun di Indonesia.

Laporan terbaru FAO memperkirakan bahwa biaya tersembunyi di Indonesia mencapai USD 319 miliar, yang dikaitkan dengan biaya akibat penyakit tidak menular, kerusakan lingkungan, dan kemiskinan. Sementara itu, sekitar 68% penduduk Indonesia masih belum mampu membeli pola makan sehat, menurut laporan FAO The State of Food and Agriculture 2026.

Sebagai bagian dari upaya transformasi sistem pangan-pertanian, pelaksanaan CPF 2026-2030 diperkirakan membutuhkan dana sebesar USD 95 juta selama lima tahun. Pemerintah Indonesia dan FAO mendorong penguatan penganggaran, mobilisasi pendanaan campuran ( blended finance ) dan co-investment , serta pelibatan sektor swasta untuk mempercepat transformasi ini, sehingga inisiatif yang berhasil dapat dilembagakan dan diperluas cakupannya secara nasional.

"FAO tetap teguh pada komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam mempercepat perubahan transformatif pada sistem pangan-pertanian, dengan tujuan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, tetapi juga kesehatan lingkungan, pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan inklusif, serta masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Rajendra.***(rls)

Dari kiri ke kanan: Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Kepala Biro Kerja Sama Pertanian Ade Candradijaya, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri Umbara Setiawan dalam peluncuran Kerangka Kerja Program Negara (Country Programming Framework/CPF) antara FAO dan Pemerintah Indonesia periode 2026–2030 pada hari Kamis (21/8) di Jakarta. (Cr. FAO)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Senin, 22 Juni 2026

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Ketua DPRD Inhil Hadiri Road To Bhayangkara Run dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80.

Berita Lainnya

Kamis, 20 Agustus 2026

Binaan Pertamina EP Lirik, Budidaya Melon Mulai Jadi Ikon Inhu


Kamis, 20 Agustus 2026

Polsek Rimba Melintang Ungkap Dugaan Pencabulan Anak, Seorang Pria Diamankan


Kamis, 20 Agustus 2026

Kapolda Riau, Pangdam Tuanku Tambusai dan Kapolres Pelalawan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kerumutan


Kamis, 20 Agustus 2026

KPU Provinsi Riau Serap Masukan Publik untuk Penyempurnaan Standar Pelayanan PPID


Kamis, 20 Agustus 2026

Bupati Kepulauan Meranti Serahkan SK Pengakuan MHA untuk 3 Komunitas Adat


Kamis, 20 Agustus 2026

SF Hariyanto Tunjuk Sri Sadono Jadi Plt Kadishub Riau


Kamis, 20 Agustus 2026

Karhutla di Kerumutan Pelalawan Timbulkan Asap Tebal, Udara Pelalawan Terpantau tak Sehat


Kamis, 20 Agustus 2026

Pecahkan Rekor, SF Hariyanto Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama


Kamis, 20 Agustus 2026

Gerakan Aksi Bergizi, 144 Siswi di Bengkalis Sarapan Sehat dan Minum Tablet Tambah Darah


Kamis, 20 Agustus 2026

Kebutuhan Meningkat, PPN Sumbagut Optimalkan Penyaluran BBM di Riau


Kamis, 20 Agustus 2026

Cegah Karhutla, Kapolsek Tanah Putih Turun Langsung Lakukan Pendinginan di Kepenghuluan Putat


Kamis, 20 Agustus 2026

Kepsek SMKN 1 Tapung Hulu Ungkap Sekitar 100 Orang Siswa Siswinya Diduga Keracunan MBG


Kamis, 20 Agustus 2026

Sempena HUT Ke-81 RI, BRK Syariah dan UPZ Salurkan Bantuan untuk Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu Pascakebakaran


Kamis, 20 Agustus 2026

Polres Bengkalis Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kebakaran Lahan di Desa Damai


Rabu, 19 Agustus 2026

Puluhan Siswa di Tapung Hulu Kampar Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG


Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu


Rabu, 19 Agustus 2026

Suhu Inhu Tembus 35,2°C, BMKG: Masih dalam Kondisi Normal


Rabu, 19 Agustus 2026

38 Warga Silikuan Hulu Buka Porsi Haji Melalui BRK Syariah Pangkalan Kerinci


Rabu, 19 Agustus 2026

44,2 Hektare Karhutla Inhu Dipadamkan, Tim Masih Berjibaku Jinakkan Bara


Rabu, 19 Agustus 2026

Tol Pekanbaru–Sumbar Didorong Lewat Kuansing, Riau dan Sumbar Satu Suara