
Riauterkini-RENGAT-Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dalam agenda kontrak perjanjian kerja sama pengelolaan BLUD dan pelayanan Payroll di RSUD Indrasari Rengat, terungkap bahwa untuk membeli obat obatan yang dibutuhkan RSUD Indrasari Rengat dilakukan dengan menggunakan uang pribadi Dirut RSUD Indrasari Rengat, bahkan hingga saat ini belum terlunasi.
“Total Rp65 juta uang pribadi saya yang digunakan untuk membeli obat obatan di RSUD Indrasari, dari Rp65 juta tersebut masih tersisa Rp32 juta yang belum terbayarkan sampai saat ini,” tegas
Drg. Dwiyana Syahputri dalam RDP yang digelar Komisi IV DPRD Inhu, Rabu (23/9/26) di kantor DPRD Inhu Pematang Reba.
Diungkapkannya, terpakainya uang pribadi untuk membeli obat obatan di RSUD Indrasari dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2026, dimana dirinya selaku Dirut RSUD Indrasari yang baru dilantik saat itu mengetahui bahwa kas BLUD hanya ada sebesar Rp30 juta.
“Pada saat saya masuk itu kas BLUD hanya Rp30 juta dan tidak ada dana lainnya, namun saat ini total penerimaan RSUD Rp29 miliar lebih dan total belanja pengeluaran Rp23 miliar lebih, artinya kita sudah memakai anggaran yang ada di BLUD. Hanya pada Januari dan Februari yang memakai dana pejabat RSUD,” ungkapnya.
Ditambahkannya, dari dana BLUD tersebut pihaknya juga sudah bisa membayar utang tahun 2025 itu sebesar Rp7 miliar lebih dan dibayarkan untuk jasa dokter September, Oktober dan Nopember 2025 yang belum terbayarkan.
“Supaya dokter-dokter ini semangat kita bayarkan pakai anggaran dana 2026, jasa medis semua di 2026 itu, kemudian jasa umum di 2025 tidak terbayarkan. Itu bisa dibayarkan oleh anggaran 2026, satu tahun Rp1,2 miliar untuk jasa umum dokter dan tenaga medis lainnya. Sudah dibayarkan di anggaran 2026, artinya bukan tidak ada anggaran di 2026. Awal saja yang tidak ada anggaran,” tambahnya.
Menyikapi adanya penggunaan uang pribadi untuk operasional RSUD Indrasari, Ketua DPRD SP Sinurat yang hadir dalam RDP tersebut langsung menyikapi dengan memerintahkan Kabag TU RSUD Indrasari Rengat untuk membayarkan uang pribadi Dirut RSUD Indrasari yang terpakai untuk membeli obat obatan.
“Itukan masih ada dana Rp1 miliar, bayarkan besok tu. Tak boleh tu, masak masih ada utang-utang terus. Apalagi cuma Rp32 juta, ini forum yang terhormat, ibu tadi saya kira patriotik karena sudah menggunakan dana pribadi. Saya kira tadi 1 miliar atau 2 miliar ternyata cuma 65 juta, saya tidak mengecilkan apa yang dilakukan tapi di forum yang terhormat ini dengan pengorbanan yang segitu tidak usahlah dibesar-besarkan,” tandas Ketua DPRD Inhu. ***(guh)