
Riauterkini-PEKANBARU-Momen wisuda Program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma 3 ke XXXI di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) telah mengukuhkan 1.351 lulusan dari 8 fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Dalam prosesi wisuda tersebut, Rika Gunawan S Ak dari Prodi Akuntansi Program S1 berhasil meraih predikat Summa Cumlaude dan terpilih sebagai lulusan terbaik sekaligus pemuncak di tingkat universitas dengan IPK 3.97.
Kemudian di Program Pascasarjana, Prodi S2 Manajemen dan Kewirausahaan, Rio Agusri MM menjadi lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude dan IPK 3.87. Sementara di Program D3, lulusan terbaik diraih oleh Olga Fitriani Nazri Putri A Md Kep dari Prodi D3 Keperawatan dengan predikat Cumlaude dan IPK 3.84.

"Wisuda ini bukan hanya sekadar ceremoni, tapi menjadi momen untuk alumni Umri agar dapat melangkah menuju pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat. Alumni itu kan punya beberapa fungsi, pertama sebagai ilmuwan, maka mereka mengamalkan ilmu yang sudah ada. Kemudian selaku bagian dari masyarakat, mereka juga harus berperan sebagai bagian dari keluarga. Lalu yang paling penting selaku bagian keluarga besar Muhammadiyah maka mereka adalah duta-duta Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat," kata Rektor Umri, Dr Saidul Amin saat menyampaikan pesan-pesannya kepada seluruh lulusan yang dikukuhkan di SKA Co EX, Ahad (25/10/26).

Di sela kesempatan itu, Saidul menjelaskan, Umri pasti terus berbenah dan akan selalu berbenah. Hal itu ditunjukkan Umri dengan berbagai perkembangan pesat dari segi peningkatan infrastruktur, kemudian kualitas akademik dengan memiliki 16 prodi yang sudah terakreditasi unggul.

Menurutnya, Umri juga masih terus membangun gedung-gedung sebagai kebutuhan dan sarana belajar mengajar di kampus. Peningkatan infrastruktur itu, kata dia lagi, diantaranya adalah pembangunan Gedung Mahmud Marzuki Tower (MMT) yang hampir rampung dan sudah memasuki level 9 pengerjaan. Gedung 9 tingkat itu nantinya memiliki daya tampung hingga 3.600 mahasiswa/i untuk belajar.

Selanjutnya, Umri nantinya juga akan membangun gedung baru bernama Audisportorium dengan biaya lebih kurang Rp 30 miliar dan akan segera dilakukan peletakan batu pertama pada tahun 2026 ini. Audisportorium tersebut juga memiliki daya tampung besar mencapai 3.500 orang.

"Satu lagi yang kita bangun adalah RS Muhammadiyah. Apalagi Umri sudah mempunyai Fakultas Kedokteran, maka Umri pastinya juga membutuhkan RS pendidikan. Insya Allah kita akan membuat RS Muhammadiyah, RS yang nantinya tidak hanya dimiliki Umri tapi menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Muhammadiyah dan Riau," ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Dr H Sutarmo mengatakan, Umri memang sedang menjalankan amanah dari Muhammadiyah supaya bisa membangun peradaban kemajuan manusia dari hari ke hari. Untuk itu, dia pun juga berpesan kepada ribuan wisudawan/i Umri agar dapat mengamalkan ilmunya kepada masyarakat.

"Bagaimana pun, ilmu itu pasti bisa mengangkat derajat manusia. Jadilah lulusan yang bisa memanfaatkan ilmu pengetahuannya untuk seluruh lapisan masyarakat. Sehingga ilmu yang sudah diamalkan dan dimanfaatkan itu nantinya akan berguna membangun peradaban serta berdampak positif terhadap peradaban," singkatnya.

Sementara itu, dalam momentum wisuda ke 31 tersebut, tidak seluruh lulusan merayakannya dalam kegembiraan. Ada satu mahasiswa yang wafat sebelum prosesi wisuda dilakukan. Meski begitu, mahasiswa yang bersangkutan sudah lebih dulu menamatkan kuliahnya dan tetap berhasil meraih gelar sarjana. Dia adalah Saddam Ardian Putra.
Meski raganya tak hadir dalam wisuda tersebut, tapi kenangan dan perjuangannya tetap ada dalam ingatan teman-teman seangkatan dan dosennya. Diwarnai suasana haru, proses wisuda almarhum pun diwakili oleh kedua orang tuanya.
Adapun 1.351 lulusan Umri yang dikukuhkan berdasarkan fakultas dan Sekolah Pascasarjana adalah sebagai berikut:
1. Sekolah Pascasarjana: 9 wisudawan dari Program Magister Manajemen dan Kewirausahaan.
2. Fakultas Teknik: 162 wisudawan dari Program D-3 Mesin Otomotif, S-1 Teknik Mesin, S-1 Teknik Industri, dan S-1 Teknik Kimia.
3. Fakultas MIPA dan Kesehatan: 259 wisudawan dari Program D-3 Kebidanan, D-3 Keperawatan, S-1 Biologi, S-1 Kimia, dan S-1 Farmasi.
4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 313 wisudawan dari Program S-1 Akuntansi, S-1 Ekonomi Pembangunan, dan S-1 Manajemen.
5. Fakultas Ilmu Komputer: 222 wisudawan dari Program S-1 Teknik Informatika dan S-1 Sistem Informasi.
6. Fakultas Komunikasi: 116 wisudawan dari Program S-1 Ilmu Komunikasi dan S-1 Hubungan Masyarakat.
7. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: 62 wisudawan dari Program S-1 Pendidikan Informatika, S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, S-1 Pendidikan IPA, dan S-1 Pendidikan Vokasional Teknik Elektro (VTE).
8. Fakultas Ilmu Hukum: 103 wisudawan dari Program S-1 Ilmu Hukum.
9. Fakultas Studi Islam: 105 wisudawan dari Program S-1 Psikologi Islam, S-1 Perbankan Syariah, dan S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).***(gas)