Riauterkini-BENGKALIS– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis bersama PT. Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) resmi menandatangani Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengelolaan sistem tiket elektronik kepelabuhanan di Pelabuhan Penyeberangan Air Putih-Sungai Selari, Rabu (12/8/26).
Penandatanganan PKS tersebut menjadi tahapan penting dalam penerapan sistem tiket elektronik pada layanan penyeberangan Bengkalis-Pakning. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, ketertiban serta kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
Kepala Dishub Bengkalis, Ardiansyah, ST, MT, mengatakan penerapan tiket elektronik tersebut merupakan rangkaian proses yang telah dilakukan sejak Desember 2025, mulai dari seleksi vendor, penandatanganan MoU hingga memperoleh persetujuan DPRD Kabupaten Bengkalis.
"Rangkaian ini merupakan bukti konsistensi dan komitmen Bupati Bengkalis Kasmarni terhadap pelayanan publik, khususnya jasa penyeberangan Air Putih (Bengkalis)-Sungai Selari (Pakning)," ujar Ardiansyah.
Setelah penandatanganan PKS, pihak vendor akan segera melakukan pekerjaan fisik berupa pemasangan gardu dan perangkat sistem tiket elektronik. Dishub Bengkalis, kata Ardiansyah, akan menyesuaikan pelaksanaan pembangunan dengan kondisi di lapangan agar tidak mengganggu aktivitas pelayanan penyeberangan.
Ia juga menyebutkan saat ini sudah terdapat lima unit kapal yang berada pada lintasan tersebut. Selain itu, beberapa armada juga telah menunjukkan ketertarikan untuk ikut melayani lintasan Bengkalis-Pakning tersebut.
Menurutnya, salah satu hal penting yang dibutuhkan operator kapal adalah keterbukaan mengenai jumlah kapal dan kendaraan yang masuk ke lintasan. Dengan penerapan e-ticketing, seluruh aktivitas tersebut nantinya dapat tercatat secara lebih jelas dan terukur.
"Adanya transparansi jumlah kendaraan dan orang ini tentu akan memicu ketertarikan armada untuk ikut masuk ke lintasan," katanya.
Dishub Bengkalis menargetkan sistem tiket elektronik dapat diterapkan secara penuh dalam waktu sekitar 1,5 hingga dua bulan. Namun, Ardiansyah berharap pelaksanaannya bisa lebih cepat dengan tetap memperhatikan kesiapan sarana dan kondisi di lapangan.
"Target kita 1,5 sampai dua bulan sudah sepenuhnya efektif menggunakan e-ticketing. Tetapi lebih cepat tentu lebih baik. Kita akan menyiapkan skenario di lapangan agar penerapannya tidak mengganggu layanan dan kenyamanan masyarakat," jelasnya.
Sebelum diberlakukan secara penuh, Dishub Bengkalis juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar pengguna jasa memahami mekanisme pembelian dan penggunaan tiket elektronik.
Sementara itu, CEO PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI), Firdaus, mengatakan pihaknya siap melaksanakan pembangunan fisik sekaligus pengoperasian sistem tiket elektronik. Pelaksanaan teknis dan jadwal sistem akan disesuaikan dengan arahan Dishub Bengkalis untuk layanan penyeberangan Bengkalis-Pakning.
"Kalau tidak ada halangan, target pembangunan bisa selesai dalam waktu satu bulan karena semuanya sudah disiapkan. Sistem ini juga sebelumnya sudah pernah kami uji coba pada momen Lebaran lalu dan berhasil," kata Firdaus.
Ia menjelaskan nantinya seluruh kendaraan maupun penumpang akan menggunakan tiket elektronik.
Pembayaran jasa pelabuhan, jasa pelayaran, asuransi dan jasa elektronik akan dikelola sesuai mekanisme yang telah disiapkan, termasuk melalui rekening penampungan di Bank Riau Kepri (BRK).
Setiap tiket yang telah dibeli penumpang juga akan diverifikasi sebelum pengguna memasuki kapal. Pembelian tiket secara daring memungkinkan penumpang datang ke pelabuhan sesuai jadwal yang tertera pada tiket.
"Begitu mau masuk kapal akan ada verifikasi waktu dan harus sama, kecuali pada jam tersebut sudah kosong. Jadwalnya sudah pasti sehingga tidak perlu terjadi penumpukan di pelabuhan," jelasnya.
Firdaus berharap penerapan sistem tersebut dapat menekan potensi kebocoran sekaligus menciptakan tata kelola layanan penyeberangan yang lebih tertib dan transparan.
"Kami berharap sistem ini bisa menghilangkan kebocoran, menertibkan pelabuhan dan masyarakat secara optimal menikmati pelayanan jasa penyeberangan," pungkasnya.***(dik)