
Riauterkini-PEKANBARU-Memasuki tahun ke 5, Bisnis Indonesia Group kembali menyelenggarakan Bisnis Indonesia Goes to Campus dalam menyampaikan program literasi finansial dan edukasi kewirausahaan kepada para mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air. Di tahun ke 5 tersebut, agenda tahunan yang sudah dilaksanakan sejak 2022 silam itupun diadakan di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Kamis (24/09/26).
Mengusung tema Future Ready Generation, giat yang dikemas dalam bentuk diskusi hangat itu sendiri mengajak ratusan mahasiswa/i Umri agar dapat menjadi leader di masa depan dalam berkarir dan berwirausaha. Mahasiswa Umri juga diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan badan usaha di Kota Pekanbaru.
Sebelum memulai diskusi, Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Riau, Sumbar dan Kepulauan Riau, Aang Ananda, mengungkapkan bahwa masa depan itu tidak mesti menunggu kita siap, apalagi di masa teknologi AI seperti sekarang ini. Bahkan ketika AI itu datang, ada sindrom baru yang muncul pada sebagian orang, yaitu malas berpikir. Dari situlah, dia pun mengingatkan para mahasiswa agar mencegah hal itu terjadi.
"Kita harus tahu bagaimana cara mengoptimalkan AI. Perbanyaklah portofolio dari sekarang karena portofolio nyata lah yang membuktikan kemampuan, keterampilan dan pengalaman kita menghasilkan karya pada bidang tertentu," gumamnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Umri, Mizan Asnawi SE M Ec Dev, kemudian Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Riau, Sumbar dan Kepri, Aang Ananda. Lalu Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemko Pekanbaru, Dra Hj Masriyah. Diskusi tersebut juga menghadirkan dua narasumber yakni Heri Fitrianto SP MM sebagai Pemimpin Divisi Usaha Syariah PT Bank Nagari dan Thiffa Qaisty S yang merupakan CEO & Creative Director Sakinah by Thiffa Qhaisty.
"Jadikan momen ini sebuah visi masa depan yang digerakkan oleh kreatifitas mahasiswa. Para mahasiswa harus menjadi motor penggerak ekonomi dan badan usaha di Pekanbaru," ujar Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemko Pekanbaru, Dra Hj Masriyah ketika membuka giat tersebut.
Menurutnya, tantangan ekonomi ke depan tidaklah mudah. Apalagi dengan hadirnya digitalisasi yang masif, namun tantangan itu, kata dia lagi, tak boleh membuat kita gentar, tapi menjadikannya sebagai peluang emas. Dia pun berpesan kepada mahasiswa jangan pernah berhenti belajar dan harus menguasai literasi. Harus dapat menjadi mahasiswa yang memiliki kreatifitas dan penguasaan teknologi serta mempunyai jiwa kepemimpinan dan kolaborasi.
"Jadikan diskusi ini untuk mengambil strategi ekonomi dan menyerap ilmu yang diberikan demi kemajuan ekonomi Pekanbaru. Jadilah pemimpin yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar," tuturnya.
Sementara itu, Pemimpin Divisi Usaha Syariah PT Bank Nagari, Heri Fitrianto menjelaskan bahwa membangun karir bukanlah hal mudah. Bahkan untuk melangkah ke puncak dan bagaimana agar lurus sampai ke jenjang karir teratas, tidak bisa dilakukan dengan kemampuan yang biasa-biasa saja. Artinya setiap individu mahasiswa harus mengupgrade diri.
"Kalau kita ingin menuju ke arah leader (pemimpin) masa depan, ada beberapa rumusnya, yaitu bagaimana kita meningkatkan kompetensi diri kita, memiliki komunikasi yang efektif. Kemudian kita juga harus mampu membuat inovasi dan legacy kepemimpinan. Dengan rumus itu insya Allah halangan tidak ada," tegasnya.
Di lokasi yang sama, CEO & Creative Director Sakinah by Thiffa Qhaisty, Thiffa Qaisty S, mengisahkan pengalaman pribadinya berkarir dan terjun langsung di dunia ekonomi bisnis, tepatnya tahun 2016 silam. Kala itu ketika dirinya baru berusia 17 tahun dan masih berstatus siswi di SMKN 3 Pekanbaru, Thiffa mengaku memilih sekolah fashion atau busana. Bahkan, wanita berjilbab tersebut kemudian disekolahkan oleh orang tuanya ke Jakarta.
"Saat itu Thiffa memang tekad pengen jadi desainer. Pengen punya produk fashion sendiri, bisa mendesain sendiri. Alhamdulillah sampai 2017 selesai. Orang tua Thiffa juga punya bisnis yang dialihkan ke fashion seperti mukena, gamis, perlengkapan umroh dan lain-lain," sebutnya.
Dia menilai, tekadnya mendalami dan menggeluti dunia bisnis melalui fashion tersebut terasa seperti regenerasi dari usaha dan perjuangan orang tuanya. Untuk itulah, Thiffa pun memanfaatkan hal itu dengan sebaik-baiknya.
"Orang tua kan sudah punya wadahnya, tinggal bagaimana Thiffa yang melanjutkan regenerasinya. Why not kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya," singkatnya.***(gas)